Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Seputar Telok Ukan Jadi Menu Khas 17 Agustus di Palembang

Fakta Seputar Telok Ukan Jadi Menu Khas 17 Agustus di Palembang
Telok ukan makanan khas Palembang saat 17 Agustus (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Momen 17 Agustus tidak saja identik dengan upacara pengibaran bendera merah putih, atau berbagai perlombaan maupun pesta rakyat. Sajian kuliner khas kemerdekaan pun banyak dijual di pinggiran jalan setiap daerah di Palembang.

Salah satu menu khas 17 Agustus di Bumi Sriwijaya adalah Telok Ukan. Hidangan ini tak pernah luput setahun sekali saat perayaan HUT RI di Kota Pempek. Telok Ukan merupakan telur bebek yang direbus dan dicampur adonan beraroma pandan.

1. Telok ukan dimasak selama 30 menit atau lebih hingga matang

Telok Ukan Makanan 17an Khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Telok Ukan Makanan 17an Khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelumnya, isi telur bebek dikeluarkan dari cangkangnya dengan cara melubangi bagian atas. Kemudian setelah isi telur dikeluarkan, isi telur dicampur dengan air pandan dan kapur sirih kemudian dikocok sampai rata.

Adonan yang telah diberi bumbu, dimasukkan kembali dalam cangkang telur dan ditutup dengan kayu gabus. Selanjutnya adonan direbus dalam cangkang selama 30 menit atau lebih, hingga telur matang.

2. Berjualan telok ukan merupakan rutinitas tiap tahun

Telok Ukan Makanan 17an Khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Telok Ukan Makanan 17an Khas Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pedagang Telok Ukan, Rasyid mengatakan, dirinya setiap tahun pasti berjualan kudapan itu di depan Kantor Wali Kota Palembang, Jalan Merdeka. Selain mencari penghasilan tambahan, menjual telok ukan menjadi caranya melestarikan tradisi Palembang

"Keseharian saya kuli bangunan, tapi tiap 17-an selalu di sini karena sudah rutinitas," kata dia.

3. Telok Ukan berasal dari kata 'Telur Bukan'

Telok ukan makanan khas Palembang saat 17 Agustus (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Telok ukan makanan khas Palembang saat 17 Agustus (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut cerita turun menurun, Telok Ukan saat 17 Agustus merupakan santapan warga Palembang untuk merayakan kemerdekaan. Apalagi dahulu perlombaan panjat pinang selalu berdampingan dengan orang yang menjajakan telok ukan.

"Kalau ceritanya, telok ukan ini disebut sama orang yang bukan dari Palembang. Karena telor bebek tapi bukan telor bebek biasa, ada isinya. Telor ukan itu dulu sering disebut, 'telur bukan' jadi kebisaan telok ukan," jelasnya.

4. Telok Ukan direbus dengan api kecil

IDN Times/Rangga Erfizal
IDN Times/Rangga Erfizal

Dari tampilan luar, telok ukan terlihat unik karena tersaji dengan tutup gabus. Setelah dicoba, telok ukan bercita rasa manis dan gurih karena perpaduan rasa pandan dan kapur sirih. Per butir telok ukan dijual Rp5 ribu.

"Biar rasanya enak, telok ukan lebih bagus direbus dengan api kecil biar matang merata. Kalau sudah matang telok ukan bisa dimakan pakai nasi dan lauk lainnya atau kalau suka langsung disantap," tandas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Deryardli Tiarhendi
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Palembang Banjir: Drainase Buruk, Tata Ruang Buntu, Minim Kebersihan

05 Apr 2026, 20:55 WIBNews