BMKG Prediksi Sumsel Hujan Deras hingga 8 April Efek Dinamika Atmosfer

- BMKG memprediksi hujan deras akan melanda wilayah Sumatra Selatan hingga 8 April 2026 akibat dinamika atmosfer yang masih aktif.
- Fenomena gelombang ekuatorial Kelvin, Rossby, dan MJO serta konvergensi angin menjadi pemicu utama tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
- Meski memasuki musim pancaroba menuju kemarau, hujan intens berdurasi singkat disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi di Palembang dan sekitarnya.
Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di Sumatra Selatan akan turun dengan intensitas deras hingga 8 April 2026.
"Hingga 3 hari ini dan maksimal dalam sepekan ke depan, masih (cuaca) akan berpotensi (hujan) dengan intensitas sedang sampai lebat," ujar Kelapa stasiun BMKG SMB II Palembang Siswanto, Minggu (5/4/2026).
1. Pertemuan angin sebabkan Sumsel hujan

Dia menambahkan, berdasarkan analisis BMKG, Sumsel mengalami curah hujan tinggi akibat dinamika atmosfer. Pemicunya, karena gelombang ekuatorial Kelvin, Rossby dan MJO spasial aktif.
"Serta adanya daerah konvergensi (pertemuan angin) dan belokan angin di wilayah Sumsel," jelasnya.
2. Sumsel memasuki musim pancaroba

Siswanto menyampaikan bahwa curah hujan yang masih diprediksi intens mengguyur wilayah Sumsel, khususnya Kota Palembang, karena karakteristik kondisi cuaca mulai memasuki musim pancaroba.
"Kondisi peralihan. Secara umum, saat ini wilayah Sumsel sudah mulai memasuki pancaroba," kata dia.
3. Curah hujan berlangsung dengan durasi singkat namun lebat

Lebih lanjut, Siswanto menyampaikan bahwa berdasarkan karakteristik cuaca di Sumsel, meski sudah mulai memasuki musim panas, potensi kemunculan hujan masih bisa terjadi dengan durasi pendek.
"Tetapi, intensitasnya langsung lebat yang disertai angin kencang dan sambaran petir," jelasnya.



















