Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fakta Penyebab Banjir Bandang-Tanah Longsor di OKU Selatan
Dok. BPBD OKU Selatan
  • Banjir bandang dan tanah longsor melanda Desa Manduriang, OKU Selatan akibat curah hujan ekstrem yang terus mengguyur wilayah tersebut tanpa jeda sejak sore hingga malam hari.
  • Sejumlah dusun terdampak parah dengan empat kepala keluarga kehilangan rumah, satu di antaranya hanyut terbawa arus, serta akses jalan utama antar dusun lumpuh total.
  • Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun beberapa rumah tertimbun material longsor dan tim BPBD masih kesulitan menjangkau lokasi karena akses terputus dan medan berat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
28 Maret 2026

Pada malam hari, banjir bandang disertai tanah longsor melanda Desa Manduriang, Kecamatan BOR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB setelah hujan deras tanpa jeda sepanjang hari.

29 Maret 2026

Sekretaris BPBD OKU Selatan, Indra Gunawan, menjelaskan penyebab utama bencana adalah curah hujan ekstrem yang menyebabkan luapan sungai. Ia melaporkan beberapa rumah warga tertimbun material longsor dan satu rumah hanyut terbawa arus.

kini

Proses evakuasi dan penanganan masih dilakukan secara mandiri oleh warga karena akses ke lokasi terputus. Tim BPBD dan aparat kecamatan masih berupaya menjangkau seluruh area terdampak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Banjir bandang disertai tanah longsor melanda Desa Manduriang, Kecamatan BOR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, menyebabkan rumah warga rusak, akses jalan terputus, dan aktivitas masyarakat lumpuh sementara.
  • Who?
    Warga Dusun 4, 6, dan 8 Simpang Sender Utara terdampak langsung; empat kepala keluarga mengalami kerusakan rumah. BPBD OKU Selatan bersama aparat desa melakukan evakuasi dan penanganan darurat di lokasi.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di Desa Manduriang, Kecamatan BOR Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatra Selatan.
  • When?
    Bencana terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026 sekitar pukul 20.30 WIB; penanganan darurat berlangsung hingga Minggu pagi, 29 Maret 2026.
  • Why?
    Penyebab utama bencana adalah curah hujan ekstrem yang berlangsung terus-menerus sepanjang hari sehingga menyebabkan luapan sungai dan pergerakan tanah di kawasan dataran tinggi sekitar desa.
  • How?
    Banjir bandang menghantam pemukiman setelah hujan deras tanpa jeda. Air meluap ke jalan antar dusun dan menimbulkan longsor. Warga dievakuasi mandiri sambil menunggu bantuan tim gabungan karena akses
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di OKU Selatan ada hujan deras sekali sampai sungai meluap dan tanah longsor. Banyak rumah kena air dan lumpur, satu rumah terbawa arus. Orang-orang di dusun tidak bisa jalan karena jalan tertutup air. Tidak ada orang meninggal, tapi banyak yang dievakuasi ke tempat aman. Tim masih susah masuk ke sana karena jalannya rusak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun banjir bandang dan tanah longsor di OKU Selatan menimbulkan gangguan aktivitas warga, laporan menunjukkan tidak ada korban jiwa. Aparat desa dan masyarakat segera melakukan evakuasi mandiri serta pemantauan kondisi di lapangan. Tindakan cepat dan gotong royong ini mencerminkan ketangguhan serta solidaritas warga dalam menghadapi situasi darurat secara bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, tepatnya di Desa Manduriang, Kecamatan BOR Ranau Tengah, mengalami bencana banjir bandang disertai tanah longsor pada Sabtu (28/3/2026) malam kemarin.

Peristiwa tersebut disebabkan oleh berbagai faktor dengan penyebab utama adanya kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatra Selatan, termasuk di Kabupaten OKU Selatan.

1. Curah hujan tinggi jadi sebab utama banjir bandang dan tanah longsor

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Lam Tran)

Menurut Sekretaris BPBD OKU Selatan, Indra Gunawan, ada beberapa faktor yang menyebabkan bencana terjadi. Salah satunya adalah karena intensitas hujan deras yang berlangsung tanpa jeda sepanjang hari.

"Secara umum, tingginya curah hujan menjadi penyebab utama luapan aliran sungai di sekitar desa ke permukaan," kata dia, Minggu (29/3/2026).

Intensitas hujan makin deras pada Sabtu kemarin di BOR Ranau Tengah, lanjut Indra, kian tinggi sejak sore. Sehingga sekitar pukul 20.30 WIB, banjir bandang pun hantam daerah tersebut.

"Banjir juga disertai longsor di dataran tinggi," ujarnya.

2. Satu unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Pok Rie)

Indra menyampaikan, akibat bencana banjir bandang disertai tanah longsor, sejumlah warga di Dusun 4, 6 dan 8 Simpang Sender Utara, OKU Selatan merasakan permukiman sekitar tak beraktivitas karena volume air tinggi. Bahkan sebagian akses jalan utama antardusun di wilayah setempat terendah dan kegiatan lumpuh.

"Air mengenai jalan penghubung antar dusun sehingga aktivitas warga terganggu," kata dia

Berdasarkan data sementara, tercatat empat kepala keluarga di Dusun 6 terdampak langsung, dengan mayoritas korban yang merupakan petani bersama anggota keluarganya.

"Ada beberapa rumah warga yang harus terdampak, bahkan satu unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus," jelas Indra.

3. Evakuasi di lokasi bencana masih dilakukan mandiri dan swadaya

ilustrasi banjir bandang (pexels.com/Juan Moccagatta)

Lebih lanjut, kata Indra, meski tidak ada korban jiwa, sejumlah rumah dilaporkan tertimbun material longsor dan sebagian lainnya masih terendam air. Beberapa lokasi pun terganggu serta terkendala sinyal komunikasi.

"Upaya penanganan darurat sudah dilakukan aparat desa bersama warga dengan mengevakuasi korban ke lokasi lebih aman, sembari pemantauan kondisi di lapangan," ujarnya.

Indra menambahkan, meski tim telah siaga, hingga saat ini tim BPBD dan aparat kecamatan masih mengalami kendala dalam masuk ke lokasi terdampak. Sebab akses menuju lokasi terputus dan medan cukup sulit.

"Sehingga tim belum bisa menjangkau seluruh area," kata dia.

Saat ini, kata Indra, proses evakuasi dan penanganan masih dilakukan secara mandiri dan swadaya oleh warga sembari menunggu bantuan tim gabungan tiba di lokasi bencana.

Editorial Team