Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor Komoditas Unggul Sumsel Merosot saat Rupiah 18 Ribu
ilustrasi ekspor (pexels.com/Fred dendoktoor)
  • Ekspor unggulan Sumatra Selatan turun tajam saat rupiah melemah ke Rp18 ribu per dolar AS, terutama dari komoditas batu bara dan lignit.
  • Data BPS mencatat nilai ekspor Januari–April 2026 hanya mencapai 1,69 miliar dolar AS, turun 23,82 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
  • Sektor pertambangan nonmigas anjlok hingga 45,92 persen, sementara industri pengolahan masih menyumbang ekspor terbesar dengan nilai 1,05 miliar dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Ekspor komoditas unggulan Sumatra Selatan mengalami penurunan tajam, terutama pada sektor batu bara dan lignit, seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp18 ribu per dolar AS.
  • Who?
    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan, Moh Wahyu Yulianto, menyampaikan data dan penjelasan mengenai penurunan ekspor tersebut.
  • Where?
    Peristiwa ini terjadi di wilayah Provinsi Sumatra Selatan dengan laporan disampaikan dari Palembang sebagai pusat kegiatan ekonomi daerah.
  • When?
    Penurunan terjadi sepanjang Januari hingga April 2026 atau caturwulan pertama tahun tersebut, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
  • Why?
    Pelemahan ekspor dipicu oleh turunnya kinerja komoditas nonmigas, khususnya pertambangan batu bara dan lignit, akibat tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • How?
    Berdasarkan data BPS, nilai ekspor kumulatif turun 23,82 persen menjadi 1,69 miliar dolar AS; sektor pertambangan merosot hingga 45,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Nilai uang rupiah jadi lemah sekali sampai delapan belas ribu. Karena itu, barang ekspor dari Sumatra Selatan turun banyak. Yang paling turun itu batu bara dan lignit. Pak Wahyu dari BPS bilang ekspornya jadi lebih sedikit dari tahun lalu. Tapi pabrik masih kirim barang ke luar negeri walau nilainya juga menurun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ekspor komoditas unggulan Sumatra Selatan mengalami penurunan seiring nilai tukar rupiah yang kian lemah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Sumsel khususnya dari komoditas batu bara dan lignit merosot cukup tajam saat rupiah tembus Rp18 ribu per dolar AS.

"Penurunan ekspor Sumsel terutama dipengaruhi oleh turunnya ekspor nonmigas, khususnya komoditas pertambangan dan lainnya yang mengalami kontraksi cukup dalam," ujar kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, Jumat (5/6/2026).

1. Batu bara dan lignit yang menopang nilai ekspor ambruk

ilustrasi tambang (unsplash.com/Team Kiesel)

Tercatat sepanjang caturwulan pertama 2026 dari Januari hingga April, nilai ekspor kumulatif mencapai 1,69 miliar dolar AS atau turun hingga 23,82 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 sebesar 2,23 miliar dolar AS.

"Pelemahan ekspor terutama dipicu merosotnya kinerja komoditas batu bara dan lignit yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekspor daerah," jelas Wahyu.

2. Ekspor sektor tambang Sumsel turun hingga 45 persen

ilustrasi tambang (unsplash.com/Dominik Vanyi)

Penurunan nilai ekspor Sumsel secara menyeluruh, lanjutnya, dipengaruhi oleh kelompok nonmigas yang masih mendominasi struktur perdagangan luar negeri. Berdasarkan data, mayoritas ekspor nonmigas cukup tinggi sejak tahun 2024.

"Kelompok nonmigas, khususnya dari sektor pertambangan, juga mengalami kemerosotan nilai ekspor, yakni turun 45,92 persen menjadi 462,64 juta dolar AS dari sebelumnya 855,42 juta dolar AS," kata dia.

3. Batu bara dan lignit sumbang nilai ekspor hingga 29 persen

Tebing tinggi pada tambang batubara. (https://www.pexels.com)

Lebih lanjut, Wahyu merinci meski sektor pertambangan menurun, dari sisi industri pengolahan, nilai ekspor juga masih menyumbang cukup tinggi. Yakni, tembus 1,05 miliar dolar AS.

"Walaupun secara pergerakan turun, tetapi masih sedikit mendorong nilai ekspor. Tapi memang, dari sisi komoditas unggulan, batu bara dan lignit masih menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 29,96 persen terhadap total ekspor nonmigas Sumsel," jelasnya.

Editorial Team

Related Article