Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPW Nasdem Sumsel Bantah Bupati Muara Enim Edison Kader
Bupati Muara Enim Edison (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
  • DPW NasDem Sumsel menegaskan Edison bukan kader, fungsionaris, maupun simpatisan partai meski sempat diusung dalam Pilkada Muara Enim 2024.
  • Edison maju sebagai calon kepala daerah dengan latar belakang birokrat dan pengalaman di ATR/BPN yang membuatnya dinilai potensial oleh partai pengusung.
  • KPK melakukan OTT terhadap Bupati Muara Enim Edison bersama sembilan orang lainnya dari unsur pemerintah daerah dan pihak swasta terkait dugaan kasus korupsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Bupati Muara Enim periode 2025-2030, Edison, dikenal sebagai sosok birokrat sebelum berkecimpung ke dunia politik. Langkah Edison maju dalam kontestasi politik daerah mendapat dukungan dari tiga partai, yakni NasDem, Golkar, dan PDIP.

Meski diusung koalisi partai politik, hingga kini Edison diketahui belum resmi bergabung sebagai kader partai mana pun. Namun, status tersebut sempat memunculkan isu dirinya akan berlabuh ke salah satu partai pengusungnya.

Menanggapi kabar yang beredar, DPW NasDem Sumatera Selatan langsung memberikan klarifikasi. Partai tersebut membantah Edison telah resmi menjadi kader NasDem.

"Kami ingin luruskan bahwa Edison bukan kader, fungsionaris, dan simpatisan Partai Nasdem. Beliau tidak pernah mengikuti kegiatan partai," ungkap Sekretaris DPW Partai Nasdem Sumsel Novianto, Selasa (9/6/2026).

1. Akui Nasdem sebagai partai pengusung

Apel pagi Pemkab Muara Enim (Dok: Pemkab Muara Enim)

Novianto menjelaskan, saat pilkada 2024 lalu Nasdem memang mengusung Edison-Sumarni sebagai kepala daerah di Muara Enim. Rekomendasi Nasdem kala itu, diserahkan oleh Ketua Bappilu DPP Partai Nasdem Fauzi Amro di Jakarta.

Kala itu, pertimbangan Nasdem mengusung Edison-Sumarni didasari elektabilitas keduanya yang tinggi dan dinilai memiliki kesamaan visi dalam membangun daerah.

"Memang Nasdem salah satu partai pengusung," kata Novianto.

2. Edison dikenal sebagai birokrat

Bupati Muara Enim, Edison dalam apel pagi hari ini (Pemkab Muara Enim)

Latarbelakang Edison sebagai birokrat dan menduduki banyak posisi strategis di ATR/BPN kala itu menjadi nilai tambah Nasdem tertarik untuk mengusungnya. Kala itu, Nasdem berharap Edison dapat memperbaiki tata kelola pemerintahan yang ada di Muara Enim.

"Beliau berasal dari dunia birokrasi, murni seorang birokrat," bebernya.

3. Sepuluh orang ditangkap dalam OTT di Muara Enim

Ilustrasi KPK. (IDN Times/Aryodamar)

Diberitakan, Bupati Muara Enim Edison ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) kemarin. Dalam unggahan Pemkab Muara Enim, Edison sempat melakukan kegiatan apel di kantor Bupati Muara Enim sebelum ditangkap penyidik KPK.

"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumsel hari ini," ungkap Jubir KPK Budi Prasetyo kepada IDN Times, Senin (8/6/2026).

Budi menyebut, dalam OTT yang dilakukan KPK, menangkap lima orang dari unsur pemkab Muara Enim. Sementara lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah didalami penyidik.

"Salah satu yang ditangkap di antaranya merupakan Bupati Muara Enim," jelasnya.

Editorial Team

Related Article