Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Bikin Rumah Sejuk Tanpa AC saat Musim Kemarau

Kab. Banyuasin
6 Cara Bikin Rumah Sejuk Tanpa AC saat Musim Kemarau
ilustrasi bagian dalam rumah (pexels.com/Rodrigo Santos)

  • Tutup jendela dan gunakan tirai tebal saat terik untuk menahan panas, lalu buka ventilasi yang berhadapan pada malam hari agar udara panas keluar dan udara sejuk masuk.

  • Kipas dengan mangkuk es di depannya dapat memberi embusan lebih dingin sebagai solusi sementara, sementara seprai katun, linen, atau serat bambu membantu tidur lebih nyaman.

  • Siram teras pada sore hari untuk mengurangi panas permukaan, serta tempatkan tanaman berdaun lebar di area terpapar matahari guna menambah teduh dan kelembapan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Teriknya musim kemarau bisa membuat suhu di dalam rumah ikut meningkat dan terasa semakin pengap. Kondisi ini sering mendorong penggunaan AC lebih lama, yang akhirnya ikut menambah beban tagihan listrik. Kamu bisa mengurangi rasa gerah dengan memanfaatkan cara-cara sederhana yang lebih alami dan hemat energi.

Panas matahari bisa dikurangi dengan mengatur bukaan, peneduh, dan aliran udara secara lebih tepat. Sirkulasi yang lancar membantu udara panas keluar sehingga ruangan tidak terasa terlalu pengap. Yuk, coba beberapa langkah berikut agar rumah tetap nyaman tanpa membuat konsumsi listrik melonjak!

  1. 1. Tutup jendela dan gorden saat udara di luar sedang panas

    Ilustrasi jendela tertutup rapat sebagai upaya menjaga suhu ruangan tetap sejuk saat cuaca panas di luar.
    ilustrasi jendela yang tertutup saat panas (pexels.com/armağan başaran)

    Membiarkan jendela terbuka lebar saat udara luar sedang sangat panas justru bisa membuat suhu di dalam rumah ikut meningkat. Lebih baik tutup jendela ketika matahari mulai meninggi dan gunakan tirai tebal untuk mengurangi panas dari luar. Tirai akan membantu membatasi cahaya sekaligus panas yang masuk ke dalam ruangan.

    Semakin sedikit panas yang masuk, semakin kecil pula jumlah panas yang tersimpan pada dinding dan perabot rumah. Kondisi ini membuat kamar tidak terlalu gerah ketika digunakan untuk beristirahat di tengah hari. Dengan membatasi masuknya panas pada jam-jam terik, suhu rumah bisa tetap terasa sejuk dan nyaman.

  2. 2. Buka jendela saat malam untuk mengeluarkan udara panas

    Seseorang membuka jendela di malam hari, memperlihatkan suasana gelap dari dalam ruangan yang remang-remang.
    ilustrasi membuka jendela saat malam (pexels.com/Josh Hild)

    Malam hari menjadi kesempatan terbaik untuk membuang sisa panas yang tersimpan di dalam rumah. Buka jendela dan ventilasi yang saling berhadapan agar udara sejuk dari luar dapat masuk dan menggantikan udara panas di dalam ruangan. Pergerakan udara tersebut membuat rumah terasa lebih dingin secara bertahap sepanjang malam.

    Kondisi ruangan yang lebih segar akan membuat tidur terasa lebih nyaman dan tidak mudah gerah. Pastikan jendela dilengkapi kasa supaya sirkulasi tetap lancar tanpa mengundang nyamuk masuk. Semakin banyak panas yang berhasil dibuang pada malam hari, semakin nyaman pula suhu rumah saat pagi mulai datang.

  3. 3. Letakkan es batu di depan kipas agar angin terasa lebih sejuk

    Ilustrasi kipas angin listrik sebagai perangkat rumah tangga untuk membantu menyejukkan udara di ruangan.
    ilustrasi kipas angin (pexels.com/butfirstcaphesuada)

    Kipas angin memang membantu mengurangi rasa gerah, tetapi alat ini pada dasarnya hanya menggerakkan udara di dalam ruangan. Agar embusannya terasa lebih sejuk, kamu bisa meletakkan mangkuk berisi es batu di depan kipas. Udara yang melewati permukaan es akan terasa lebih dingin saat sampai ke tubuh.

    Efek sejuknya memang tidak sama seperti AC, tetapi cukup membantu saat cuaca sedang panas. Cara ini bisa membuat area di sekitar kipas terasa lebih nyaman, terutama setelah kamu beraktivitas di luar ruangan. Trik sederhana tersebut cocok digunakan sebagai solusi sementara yang murah dan mudah dilakukan di rumah.

  4. 4. Pilih seprai dan sarung bantal dari bahan yang lebih adem

    Tempat tidur bernuansa putih dengan sprai dan sarung bantal, menggambarkan perlengkapan tidur yang adem.
    ilustrasi tempat tidur dengan sprai dan sarung bantal yang adem (unsplash.com/Alex Tyson)

    Bahan seprai punya pengaruh besar terhadap kenyamanan tidur, terutama saat cuaca sedang panas. Kain sintetis yang kurang breathable dapat menahan panas dan membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Cobalah beralih ke katun, linen, atau kain berbasis serat bambu yang terasa lebih sejuk dan memungkinkan udara mengalir dengan baik.

    Bahan yang mampu menyerap kelembapan akan membantu permukaan kasur tetap terasa nyaman saat tubuh berkeringat. Tubuh pun tidak mudah terasa lengket atau terlalu panas saat berbaring. Pilihan kain yang tepat dapat membantu kamu tidur lebih nyenyak meski suhu kamar sedang tinggi.

  5. 5. Siram area depan rumah pada sore hari untuk mengurangi panas

    Ilustrasi seseorang menyiram tanaman di area depan rumah dengan selang, merawat halaman agar tetap hijau dan segar.
    ilustrasi menyiram area depan rumah (magnific.com/cookie_studio)

    Teras berbahan semen, paving, atau batu biasanya masih terasa panas meski matahari sudah mulai turun. Kamu bisa membasahi permukaannya pada sore hari agar panas yang tersimpan berkurang lewat proses penguapan air. Area sekitar rumah pun akan terasa lebih sejuk dibandingkan ketika lantainya dibiarkan tetap panas dan kering.

    Efek sejuknya akan lebih terasa ketika angin membawa udara dari halaman menuju bagian dalam rumah. Selain membantu mengurangi rasa panas, permukaan yang lembap juga membuat debu tidak mudah beterbangan ke dalam ruangan. Trik sederhana ini bisa kamu coba untuk membuat suasana rumah lebih nyaman selama musim kemarau.

  6. 6. Letakkan tanaman berdaun lebar di area yang terkena panas matahari

    Ilustrasi tanaman Monstera deliciosa dengan daun hijau besar bercelah khas, cocok sebagai tanaman hias dalam ruangan.
    ilustrasi tanaman monstera deliciosa (pexels.com/Isi Parente)

    Area rumah yang paling sering terkena matahari bisa dibuat lebih teduh dengan bantuan tanaman hias yang rimbun. Letakkan pot berisi tanaman berdaun besar di dekat jendela, pintu kaca, balkon, atau sisi teras yang panas. Semakin baik tanaman memberi bayangan, semakin sedikit paparan langsung yang masuk ke dalam ruangan.

    Tanaman juga turut melepaskan uap air ke udara sehingga area di sekitarnya terasa lebih lembap. Kehadirannya memberi dua manfaat sekaligus, yaitu membantu menciptakan keteduhan dan mempercantik tampilan rumah. Suasana pun terasa lebih asri meski cuaca di luar sedang terik.

    Menjaga rumah tetap sejuk tidak selalu membutuhkan perangkat pendingin yang mahal. Pengaturan ventilasi dan kebiasaan sederhana sehari-hari bisa membantu mengurangi rasa gerah sekaligus membuat ruangan terasa lebih nyaman. Cobalah menerapkan cara-cara di atas agar rumah tetap terasa segar selama musim kemarau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More