Dampak Perang, Travel Umrah Sumbagsel Terancam Rugi Miliaran Rupiah

- Ratusan calon jemaah umrah asal Sumsel terancam gagal berangkat akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Semenanjung Arab yang mengganggu jadwal penerbangan dan kepastian keberangkatan.
- DPD AMPHURI Sumbagsel telah menerima imbauan dari Kementerian Haji dan Umrah untuk menunda keberangkatan sambil menunggu kepastian terkait jaminan visa serta akomodasi dari pihak Arab Saudi.
- Potensi kerugian biro perjalanan diperkirakan mencapai miliaran rupiah karena biaya visa dan hotel sudah dibayarkan penuh, sementara peluang pengembalian dana sangat kecil.
Palembang, IDN Times - DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Sumbagsel memperkirakan, ratusan calon jemaah asal Sumsel terancam gagal melaksanakan umrah. Hal ini terjadi karena eskalasi ketegangan di kawasan Semenanjung Arab yang berdampak pada jadwal penerbangan dan kepastian keberangkatan.
"Mayoritas jemaah telah dijadwalkan berangkat setelah Hari Raya Idul Fitri. Bahkan, biaya visa dan hotel telah dibayarkan penuh kepada pihak penyedia di Arab Saudi," ungkap Ketua DPD AMPHURI Sumbagsel, Kuswariansyah, Senin (2/3/2026).
1. Tunggu jawaban terkait visa dan hotel

Kuswariansyah menjelaskan, pihaknya sudah mendapat imbauan dari Kementerian Haji dan Umrah untuk menunda keberangkatan karena kondisi yang belum kondusif. Selain itu, pihaknya pun menunggu kepastian dari penyelenggara umrah di Arab Saudi, khususnya terkait jaminan visa dan akomodasi apabila terjadi penundaan.
"Kami sudah bersurat melalui Kementerian Haji dan Umrah. Saat ini masih menunggu jawaban terkait jaminan visa dan hotel yang sudah dilunasi jika keberangkatan harus ditunda," jelas dia.
2. Musim syawal diperkirakan dipadati jemaah umrah

Dirinya pun meminta kepada para jemaah untuk tidak panik dengan kondisi yang ada. Mereka diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak travel sembari menunggu informasi resmi.
"Situasi ini menjadi perhatian serius bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah di Sumsel, mengingat musim Syawal biasanya menjadi salah satu periode keberangkatan favorit setelah Ramadan," jelas dia.
3. Kerugian bisa mencapai miliaran rupiah

Ia juga memperkirakan potensi kerugian yang harus ditanggung biro perjalanan bisa menembus angka miliaran rupiah apabila keberangkatan jemaah benar-benar batal. Pasalnya, sejumlah komponen biaya seperti pengurusan visa dan pemesanan hotel telah dibayarkan lunas di awal dan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
"Estimasi kerugian travel bisa mencapai miliaran rupiah jika jemaah gagal berangkat, karena visa dan hotel sudah dilunasi. Kami berharap ada kebijakan fleksibel, baik berupa penjadwalan ulang tanpa penalti maupun pengembalian dana," jelas dia.


















