Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Car Free Day Palembang Batal Launching 18 April: Masih Harus Diujicoba

Car Free Day Palembang Batal Launching 18 April: Masih Harus Diujicoba
Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Wali Kota Palembang menunda launching Car Free Day 18 April 2026 karena banyak keluhan warga soal rekayasa lalu lintas dan kemacetan akibat penutupan Jembatan Ampera.
  • Pemerintah fokus pada persiapan Car Free Night dengan menekankan kebersihan kota, pemisahan sampah organik-nonorganik, serta koordinasi bersama UMKM dan Diskominfo untuk edukasi lingkungan.
  • Dewa mengingatkan juru parkir agar tidak menaikkan tarif dan memastikan ketertiban jalan tetap terjaga, sementara warga menilai CFN lebih tertib dibanding CFD yang masih menimbulkan kemacetan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Kegiatan Car Free Day (CFD) di Palembang batal diluncurkan pada 18 April 2026. Hal itu dilakukan berdasarkan keputusan Wali Kota Ratu Dewa usai pertemuan evaluasi Uji Coba Car Free Night Atmo dan Car Free Day Sudirman Cinde-Jembatan Ampera-Fly Over Jakabaring bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Wali Kota Talang Semut, Senin (13/4/2026).

"Kalau CFD masih tetap harus uji coba dulu lagi," ujarnya.

1. Launching CFN menunggu waktu tepat

Evaluasi uji coba CFD-CFN
Evaluasi uji coba CFD-CFN (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut Dewa, penyelenggaraan CFD batal launching karena masih banyak keluhan dari masyarakat terkait penerapan arus jalan dan rekayasa lalu lintas. Terlebih saat CFD, Jembatan Ampera Palembang sudah harus ditutup sejak pagi pukul 06.30 WIB.

Akibat penutupan itu, terdapat kepadatan kendaraan dan kemacetan panjang di titik alternatif lain seperti Jembatan Musi IV dan Jembatan Musi IV.

Sebelumnya, launching CFD dan CFN akan dilakukan sekaligus. Yakni, awalnya, CFD dirilis pada 18 April, sementara CFN dirilis pada 17 April. Namun, karena agenda yang direncanakan mendapatkan berbagai komentar negatif, khususnya untuk CFD, pelaksanaan CFD secara rutin ditunda sementara.

"Tapi CFN tetap harus jalan (launching). Kita tinggal menunggu waktu pas launching," jelasnya.

2. Perhatikan kebersihan lewat pemisahan kotak sampah

Wali kota Palembang Ratu Dewa
Wali kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Memilih fokus launching CFN terlebih dahulu ketimbang agenda CFD, Dewa meminta semua OPD untuk bisa memaksimalkan persiapan. Salah satunya mengutamakan titik-titik penyedia tempat sampah untuk menjaga kebersihan kota. Kemudian, koordinasi dengan pelaku UMKM sekitar CFN supaya bisa menjaga lingkungan dengan tertib.

"Tempat sampah organik dan non-organik harus dipisahkan. Kemudian, perhatikan partisipasi pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan, serta untuk Diskominfo kami minta untuk menggunakan mobile edukasi menginformasikan kebersihan lingkungan, kata dia.

3. Minta warga tidak menaikkan harga tarif parkir

CFN di Kota Palembang
CFN di Kota Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

Sementara untuk evaluasi CFN dari sisi positif, lanjut Dewa, secara umum mekanisme rekayasa jalan sudah cukup baik. Sebab ketertiban dijaga oleh berbagai aparat, terutama pihak kepolisian, Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan. Namun, memang masalah penting yang jadi perhatian adalah kantung parkir belum tertata rapi.

"Bagi jukir harus pakai uniform resmi (seragam Dishub), jangan sampai menaikkan tarif (parkir). Lalu, untuk kemacetan jalan alternatif jadi atensi. Perhatikan kejelasan rambu jalan agar bisa mengurangi sentimen dari warga terdampak macet," jelasnya.

4. Warga Palembang mengomentari uji coba CFN-CFD

CFD di Kota Palembang (Dok. Kominfo Palembang)
CFD di Kota Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

Sebelumnya diketahui, banyak komentar negatif dari masyarakat soal kegiatan uji coba CFD yang dinilai belum maksimal dalam hal persiapan. Sedangkan untuk agenda CFN, sebagian warga menyebut bahwa sistem penjagaan sudah aman dan tidak menimbulkan kemacetan panjang seperti CFD.

Warga menilai CFN tidak terlalu ramai karena pelaksanaannya malam dan memang aktivitas lalu lintas tidak terlalu padat.

"CFN atraksinya dan pembukaan uji coba sudah cukup baik karena yang menjaga sudah siaga dan warga juga mengerti dan tertib," kata Tina, salah satu warga Palembang yang hadir dalam uji coba CFN.

Namun, untuk pelaksanaan CFD, Tina menilai petugas memang belum maksimal karena kemacetan baru justru muncul di titik lain. Kemudian katanya, petugas yang berjaga juga tidak sebanding dengan jumlah pengendara lalu lintas di Palembang.

"Karena mungkin pagi ya, jadi banyak aktivitas. Banyak yang mau pergi dan jalanan di Ampera tutup, jadi macetnya di tempat lain. Kalau malam, kan orang sudah kebanyakan istirahat. Kalau Minggu itu, mungkin ada yang mau ke undangan, atau pergi jalan-jalan dari hilir ke hulu atau juga karena mau ke pasar pagi, jadinya bikin macet," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More