Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Karhutla di Sumsel Melonjak 199 Kasus, PALI Masuk Zona Merah

Karhutla di Sumsel Melonjak 199 Kasus, PALI Masuk Zona Merah
ilustrasi Karhutla. (Dok. Manggala Agni)
Intinya Sih
  • BPBD Sumsel mencatat 199 kasus karhutla hingga 28 Juni 2026, dengan lonjakan tajam pada Mei dan Juni seiring meningkatnya titik panas di berbagai wilayah.
  • Kabupaten PALI ditetapkan sebagai zona merah karena mencatat 44 kejadian karhutla, sementara beberapa daerah lain seperti Muba, Muara Enim, dan Ogan Ilir masuk kategori zona oranye.
  • Patroli udara dan darat menemukan empat titik api pada 27 Juni, BPBD menyiagakan pesawat serta helikopter untuk patroli dan water bombing guna mengantisipasi puncak musim kemarau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 199 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di berbagai kabupaten dan kota hingga 28 Juni 2026.

Dari ratusan kejadian tersebut, peningkatan paling signifikan terjadi pada Mei dan masih berlanjut sepanjang Juni. Ditambah peningkatan hotspot sebanyak 37 titik dari data Sipongi Kemenhut yang diakses pada Minggu (28/6/2026) pukul 05.00 WIB.

1. Total karhutla sampai 27 Juni sebanyak 199 kejadian

Proses pemadaman api karhutla
Proses pemadaman api karhutla (IDN Times/BPBD Sumsel)

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan sepanjang Januari-April jumlah kejadian karhutla masih relatif rendah, yakni hanya 11 kejadian. Namun, memasuki musim kemarau pada Mei dan Juni, angka kejadian meningkat tajam.

"Total karhutla sampai 27 Juni sebanyak 199 kejadian. Paling banyak terjadi pada Juni, yakni ada 97 kejadian di lahan seluas 309,39 hektar. Potensi kemudahan terjadinya kebakaran sangat mudah atau very high pada lapisan atas permukaan tanah," ujarnya, Minggu (28/6/2026).

2. PALI masuk zona merah karena ada 44 kejadian

Helikopter pemadam Karhutla di Sumsel. (IDN Times/Rangga Efrizal)
Helikopter pemadam Karhutla di Sumsel. (IDN Times/Rangga Efrizal)

Sudirman menambahkan, berdasarkan pemetaan BPBD Sumsel, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak. Tercatat ada 44 kejadian sehingga daerah tersebut masuk kategori zona merah.

"Untuk zona merah hanya PALI karena jumlah kejadiannya sudah di atas 30 kali. Sementara sejumlah daerah lainnya masuk kategori zona oranye atau memiliki 16-30 kejadian," ungkapnya.

Daerah dengan kategori zona oranye yakni Musi Banyuasin (Muba) dengan 34 kejadian, Muara Enim sebanyak 23 kejadian, Ogan Ilir 23 kejadian, dan Musi Rawas Utara (Muratara) 16 kejadian. Sudirman menegaskan, kejadian di daerah-daerah ini juga cukup tinggi sehingga menjadi perhatian dalam upaya penanganan dan pencegahan.

"Kabupaten dan kota lainnya masih berada pada kategori zona kuning dengan jumlah 1-15 kejadian. Sementara tiga daerah di Sumsel hingga kini belum mencatatkan kejadian karhutla, yaitu Empat Lawang, Pagar Alam, dan OKU Selatan," ungkapnya.

3. Patroli udara dan darat pada 27 Juni menunjukkan temuan 44 titik api

Helikopter pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Helikopter pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Hasil patroli udara dan darat pada 27 Juni menunjukkan temuan titik api sebanyak 4 titik, yakni berada di OKI 1 titik, Banyuasin 2 titik, PALI 1 titik, dan OKU 1 titik. BPBD juga menyiapkan 1 unit pesawat Cessna untuk patroli, 1 unit helikopter patroli, dan 5 unit helikopter water bombing.

Meski demikian, BPBD Sumsel tetap mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau. Sebab, potensi terjadinya karhutla diperkirakan masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

"Kami terus mengimbau pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Upaya pencegahan harus terus diperkuat agar jumlah kejadian tidak terus bertambah," tegas Sudirman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More