Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gegara Karhutla Kualitas Udara Sumsel Buruk, Dinkes: Warga Pakai Masker

Kota Palembang
Gegara Karhutla Kualitas Udara Sumsel Buruk, Dinkes: Warga Pakai Masker
Kondisi kabut asap menyelimuti perairan Sungai Musi kota Palembang, Rabu 12 Agustus 2026. ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI
  • Dinkes Sumsel mengimbau warga memakai masker saat beraktivitas luar ruangan dan memperbanyak minum air putih karena kualitas udara menurun akibat karhutla.

  • ISPU di sejumlah wilayah Sumsel telah melampaui 100 atau kategori tidak sehat; anak-anak dan lansia diminta mengurangi aktivitas luar ruangan saat kabut asap pekat.

  • Puncak kemarau Agustus–September berpotensi menaikkan titik panas dan risiko karhutla; pemerintah Sumsel menyiagakan 11.567 personel gabungan untuk pemadaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Selatan mengingatkan masyarakat mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini disampaikan menyusul penurunan kualitas udara di sejumlah daerah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Menghadapi kondisi udara yang tidak sehat, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan perbanyak minum air putih," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah, Selasa (18/8/2026).

  1. 1. Kualitas udara di Sumsel masuk kategori tidak sehat

    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Ira menambahkan, kondisi udara buruk dapat menyebabkan terjadinya Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terkhusus mereka yang merupakan kelompok rentan seperti anak dan lansia. Kedua kelompok tersebut dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat.

    Menurutnya, kualitas udara di Sumsel saat ini menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), beberapa wilayah telah mencatat angka di atas 100 yang masuk kategori tidak sehat.

    "Kita tahu pada bulan Agustus ini indeks standar pencemaran udara sudah di atas 100. Pada rentang nilai tersebut dikatakan tidak sehat," ujarnya.

  2. 2. Sumsel hadapi puncak musim kemarau

    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Senada, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana mengatakan peningkatan karhutla diikuti tingginya jumlah titik panas. Dirinya memperkirakan jumlah titik panas akan semakin meningkat saat puncak musim kemarau.

    "Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September dan kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan," kata Iqbal.

  3. 3. Tim fokus padamkan api di lokasi kebakaran

    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang
    Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

    Menghadapi ancaman tersebut, pemerintah Sumsel menyiagakan 11.567 personel gabungan untuk menangani karhutla. Kekuatan itu melibatkan BPBD, TNI, Polri, Lanud, Manggala Agni, Satpol PP, Polisi Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, kelompok tani, regu pemadam kebakaran hingga unsur perusahaan.

    Selain fokus memadamkan api, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk. "Kami pun mengingatkan perlunya perlindungan lebih terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan lansia, apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla," kata Iqbal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More