Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelajar Palembang Pamer Senpira Saat Konvoi, Beli dari Facebook

Kota Palembang
Pelajar Palembang Pamer Senpira Saat Konvoi, Beli dari Facebook
Pelajar pemilik senpira di Palembang ditangkap polisi usai ramai isu kasus tawuran di Palembang (Dok: Polrestabes Palembang)
  • Polisi Palembang menangkap seorang pelajar yang memamerkan senjata api rakitan revolver saat konvoi di media sosial, setelah video tersebut memicu kekhawatiran terkait tawuran.
  • Dalam penggeledahan kontrakan pelajar di Silaberanti, polisi menyita satu pucuk senpira revolver dan satu butir amunisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Pelajar mengaku membeli senpira melalui Marketplace Facebook dengan tabungan uang jajan demi bergaya, sementara akun pengunggah konvoi membantah ada tujuan sweeping.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Seorang pelajar di Palembang ditangkap polisi usai aksi pamer senjata api rakitan (Senpira) jenis revolver di media sosial. Video tersebut sempat membuat masyarakat khawatir setelah muncul pesan berantai untuk tawuran yang terjadi di kota Palembang beberapa waktu terakhir.

"Kalau terkait unggahan di media sosial terkait konvoi pelajar, sudah kami tindaklanjuti melalui penyelidikan. Telah teridentifikasi salah seorang yang diduga menguasai (senpira) dan telah diamankan, dan kini menjalani pemeriksaan di Polrestabes Palembang," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Polisi sita senpi dan amunisi

    Seorang pelajar di Palembang memamerkan senjata rakitan saat berkonvoi bersama kelompoknya di jalan.
    Pelajar Palembang pamer senpira saat konvoi bersama kelompoknya (Instagram: gama.allbase76)

    Menurut Jedi, pelaku dalam video yang memamerkan senpira tersebut diketahui berstatus sebagai pelajar. Polisi melakukan penyelidikan dan pengembangan hingga akhirnya mendatangi kontrakannya di kawasan Silaberanti.

    "Polisi menemukan satu pucuk senpira revolver dan satu butir amunisi," jelasnya.

  2. 2. Akui hanya untuk bergaya

    Seorang pelajar di Palembang memamerkan senpira saat mengikuti konvoi bersama kelompoknya di jalan.
    Pelajar Palembang pamer senpira saat konvoi bersama kelompoknya (Instagram: gama.allbase76)

    Dari hasil pemeriksaan, pelajar tersebut mengaku membeli senpira itu bukan untuk digunakan dalam aksi kriminal. Ia menyebut senjata tersebut hanya untuk bergaya atau gagah-gagahan.

    Polisi kemudian mengetahui senpira tersebut diperoleh melalui Marketplace Facebook. Untuk membelinya, pelajar itu mengaku mengumpulkan uang secara bertahap dengan menabung dari uang jajannya.

    "Untuk gagah-gagahan atau gaya-gayaan saja," ungkap sang pelajar kepada penyidik.

  3. 3. Sempat bantah ada yang membawa senpira

    Ilustrasi tawuran yang menggambarkan sekelompok orang terlibat bentrokan dengan suasana penuh ketegangan.
    Ilustrasi Tawuran (Foto: IDN Times)

    Video konvoi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram gama.allbase76. Dalam keterangannya, akun tersebut mengaku tidak mengetahui adanya anggota rombongan yang membawa senpira.

    "Kami tidak tahu jika salah satu dari kami membawa senpira dan kami tegaskan tujuan kami bukan untuk sweeping," tulis akun tersebut.

    Akun tersebut juga menegaskan bahwa apabila ada anggota kelompok yang terbukti membawa, memiliki, atau menggunakan senpira, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku.

    "Kami tegaskan sekali lagi, jika memang salah satu dari kami membawa, mempunyai dan menggunakan senpira, hukum sesuai hukum yang berlaku, karena kami di sini tidak ada tujuan untuk melakukan sweeping," jelasnya.

    Penegasan serupa kembali disampaikan oleh akun tersebut melalui kolom komentar.

    "Siap dihukum sesuai hukum yang berlaku," tulis akun tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More