Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Siswa Dijemput Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan di Palembang

Kota Palembang
8 Siswa Dijemput Polisi Terkait Dugaan Penganiayaan di Palembang
Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times)

  • Polrestabes Palembang menginterogasi delapan siswa terkait dugaan penganiayaan terhadap EV (17) di Demang Lebar Daun pada 14 Agustus 2026.
  • Para siswa dijemput dari sekolah di Sukabangun dan rumah di kawasan Soekarno Hatta, lalu dimintai keterangan sebagai bagian pendalaman kasus.
  • Pemeriksaan didampingi orang tua, sekolah, dan dinas terkait, di tengah maraknya isu tawuran pelajar yang dikeluhkan warga serta telah dikoordinasikan pemerintah kota dengan polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Tim Satreskrim Polrestabes Palembang menginterogasi delapan siswa pasca kejadian penganiayaan terhadap seorang siswa berinisial EV (17) di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut polisi untuk mencegah potensi aksi tawuran pelajar di Kota Palembang.

"Benar adanya anggota satreskrim Polrestabes Palembang menjemput 8 Siswa terkait dugaan peristiwa penganiayaan kemarin yang dialami korban EV," ungkap Kasat Reskrim AKBP Musa Jedi Permana, Selasa (18/8/2026).

  1. 1. Para siswa dimintai keterangan oleh polisi

    Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)
    Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Esti Suryani)

    Jedi menjelaskan, pihak kepolisian sempat mendatangi salah satu sekolah di kawasan Sukabangun untuk menjemput para siswa. Mereka dibawa untuk diperiksa mengenai dugaan penganiayaan yang terjadi pada Jumat (14/8/2026).

    Selain itu, polisi juga menjemput siswa dirumahnya di kawasan Soekarno Hatta. Hal ini dilakukan usai petugas mengambil keterangan teman-temannya yang lebih dulu dibawa. "Mereka dijemput untuk diambil keterangan saja," jelasnya.

  2. 2. Para siswa didampingi keluarga dan pihak sekolah

    Ilustrasi penganiayaan
    Ilustrasi penganiayaan

    Jedi menambahkan, para siswa yang dimintai keterangan diperiksa dengan didampingi pihak sekolah dan orangtua. Polisi masih mendalami dugaan penganiayaan tersebut sekaligus melakukan langkah pencegahan untuk mengantisipasi aksi tawuran pelajar di Kota Palembang.

    "Ya saat diambil keterangan delpaan siswa itu didampingi orang tuanya, pihak sekolah dan dinas terkait," bebernya.

  3. 3. Marak isu tawuran di Palembang

    Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times/Nathan Manaloe)
    Ilustrasi penganiayaan. (IDN Times/Nathan Manaloe)

    Diberitakan sebelumnya, isu tawuran di Kota Palembang semakin marak muncul di media sosial dan tersebar melalui pesan berantai. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran sejumlah orangtua di Kota Palembang hingga menjadi bahasan di media sosial.

    Keluhan itu juga disampaikan orangtua siswa kepada Wali Kota Palembang, Ratu Dewa agar isu tawuran tidak berujung pada tawuran sungguhan. Menurut Dewa, laporan itu sudah dilaporkan pihaknya kepada tim di Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti.

    "Dari kemarin saya sudah koordinasi langsung dengan Pak Kapolrestabes. Ada beberapa sekolah memang yang terindikasi itu," ungkap Dewa, Senin (17/8/2026).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More