Prajurit Batalyon 113 Yudha Sakti Gugur Tepat di Hari Kemerdekaan RI

- Pratu Rizki Kurniawan dari Batalyon 133 Yudha Sakti gugur saat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 17 Agustus 2026.
- Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol Letkol Kaveleri Taufiq menyatakan Pratu Rizki meninggal setelah terkena peluru di kepala dalam kontak tembak tersebut.
- Dua prajurit lain, Pratu Y Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, terluka di pinggang dan lengan serta mendapat penanganan medis; pemulangan jenazah masih dikoordinasikan dengan Mabes.
1. Gugur saat kontak senjata

Ilustrasi TNI. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Letnan Kolonel Kavaleri (Letkol) Taufiq membenarkan hal tersebut. "Ya, benar. Kami sudah mendapatkan informasi soal peristiwa tersebut," katanya saat dihubungi IDN Times, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, Prajurit bernama Pratu Rizki Kurniawan gugur saat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Pratu Rizki kehilangan nyawa setelah peluru milik pasukan kriminal bersenjata tersebut menembus kepalanya.
2. 2 prajurit alami luka tembak

ilustrasi TNI ( ANTARA FOTO/Kornelis Kaha) Selain Pratu Rizki, 2 prajurit lainnya juga mengalami luka tembak dalam kontak senjata di lokasi tersebut. Dua prajurit tersebut bernama Pratu Y Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, masing-masing mengalami luka di bagian pinggang dan lengan. Kedua prajurit tersebut diberikan penanganan medis setelah terluka.
3. Jenazah segera dipulangkan

Ilustrasi TNI. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat) Taufiq mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu kepastian kepulangan jenazah Pratu Rizki. "Untuk kepulangan kami masih koordinasikan dengan Mabes. Nanti jadwal pemulangan jenazah akan kami informasikan lebih lanjut," katanya.

















