Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
254 Hektare Lahan di Palembang Hangus Terdampak Karhutla
Wali Kota Palembang saat mengunjungi posko karhutla di Kertapati (Dok. Kominfo Palembang)
  • Hingga 17 September 2026, Palembang mencatat 406 kebakaran lahan yang berdampak pada 254,23 hektare, dengan kejadian tertinggi di Kertapati, Gandus, dan Alang-Alang Lebar.
  • Kebakaran berulang terjadi di sejumlah titik, terutama Jalan Tanjung Barangan hingga 14 kali, Jalan Talang Kepuh 12 kali, dan Jalan Mayjend Satibi Darwis tujuh kali.
  • Kekeringan turut menyebabkan kekurangan air bagi warga serta mengganggu pertanian, termasuk 720 kepala keluarga di Sukajaya dan 407 hektare lahan-sawah di Pulokerto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di Palembang telah terjadi 406 kali dan menghanguskan total 254,23 hektare lahan hingga 17 September 2026.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima laporan kondisi karhutla. Warga di Sukajaya, Karya Mulya, dan Silaberanti juga terdampak kekeringan serta kekurangan air.
  • Where?
    Kebakaran banyak tercatat di Kertapati, Gandus, dan Alang-Alang Lebar. Kekeringan rumah tangga dilaporkan di Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring.
  • When?
    Data kondisi karhutla dihimpun hingga 17 September 2026. Ratu Dewa menyampaikan laporan tersebut di Posko Karhutla Kecamatan Kertapati pada 18 September 2026.
  • Why?
    Kebakaran berulang terjadi di sejumlah lokasi, sementara kekeringan menyebabkan kekurangan air rumah tangga dan berdampak pada lahan pertanian. Penyebab rinci kebakaran per saat ini belum ada keterangan resmi.
  • How?
    Pemerintah Kota Palembang melakukan pengawasan berkelanjutan, terutama di kawasan dengan riwayat kebakaran berulang, berdasarkan rata-rata 10–15 kejadian kebakaran lahan per hari pada 1 Agustus–17 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Palembang, banyak lahan terbakar sampai 254 hektare. Ada 406 kejadian api. Ratu Dewa menerima laporan ini. Kertapati, Gandus, dan Alang-Alang Lebar paling sering terbakar. Ada tempat yang terbakar lagi dan lagi. Sekarang juga ada kekeringan. Banyak keluarga susah dapat air, dan sawah serta lahan ikut kering.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tekanan karhutla dan kekeringan, pencatatan rinci hingga tingkat kecamatan dan kelurahan memberi pemerintah kota dasar yang lebih jelas untuk menjaga pengawasan berkelanjutan. Penandaan lokasi dengan kebakaran berulang, serta perhatian pada keluarga dan lahan pertanian terdampak, mencerminkan bahwa kebutuhan warga dan titik rentan telah teridentifikasi secara konkret.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerima laporan, luasan lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai lebih dari 250 hektare. Tercatat kecamatan dengan lahan terbakar paling tinggi yakni Kertapati, Gandus, dan Alang-alang Lebar.

"Berdasarkan data kondisi terkini hingga 17 September 2026, tercatat ada 406 kejadian kebakaran lahan di Palembang dengan total luas lahan terdampak mencapai 254,23 hektare," kata Dewa saat berada di Posko Karhutla Kecamatan Kertapati, Jumat (18/9/2026).

1. Sejumlah wilayah mengalami karhutla berulang

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Dari laporan tercatat, sejumlah kecamatan dengan kejadian kebakaran lahan cukup tinggi meliputi Kertapati dengan 64 kejadian, Gandus dengan 60 kejadian, Alang-Alang Lebar dengan 56 kejadian, Ilir Barat I dengan 50 kejadian dan Sukarami dengan 49 kejadian.

Sementara pada tingkat kelurahan, kejadian tertinggi tercatat di Gandus sebanyak 39 kejadian, Bukit Baru 30 kejadian, dan Sukamulya 28 kejadian.

"Ada juga kebakaran yang terjadi berulang di sejumlah lokasi," ujarnya.

2. Pemkot turut menyoroti dampak kekeringan

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Lokasi yang kerap terjadi kebakaran berulang meliputi Jalan Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I. Kawasan tersebut mengalami kejadian berulang hingga 14 kali. Kemudian, Jalan Talang Kepuh, Kecamatan Gandus, sebanyak 12 kali, serta Jalan Mayjend. Satibi Darwis sebanyak tujuh kali.

Tercatat, sepanjang periode 1 Agustus hingga 17 September 2026, kejadian kebakaran lahan rata-rata per hari berada pada kisaran 10-15 kejadian. Kondisi tersebut menjadi dasar penting dalam pengawasan berkelanjutan, terutama pada kawasan yang memiliki riwayat kebakaran berulang.

"Selain karhutla, pemkot juga konsisten menyoroti dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah," jelas dia.

3. Kekeringan sebabkan sejumlah wilayah kekurangan air

Karhutla di Palembang (Dok. Kominfo Palembang)

Akibat kekeringan yang terjadi, sejumlah wilayah mengalami kekurangan air untuk kebutuhan rumah tangga. Seperti yang terjadi di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami. Di sana terdampak sekitar 720 kepala keluarga.

Kondisi serupa terjadi di Kelurahan Karya Mulya, Kecamatan Sematang Borang, sebanyak 58 kepala keluarga, serta di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, sebanyak empat kepala keluarga.

Kekeringan juga berdampak terhadap lahan pertanian. Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, mengalami kekeringan pada lahan dan sawah dengan luas sekitar 407 hektare. Dampak lainnya tercatat di Kelurahan Bukit Baru dan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, seluas sekitar 22 hektare.

Curated For You

Editorial Team

Related Article