Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji Debarkasi Padang Harus Isolasi Mandiri 14 Hari

Jemaah Haji Debarkasi Padang Harus Isolasi Mandiri 14 Hari
Resnita melakukan pemeriksaan jemaah haji yang mengalami hiper tensi (IDN Times/Halbert Caniago)
Intinya Sih
  • Kemenkes mewajibkan jemaah haji yang baru pulang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari untuk mencegah penyebaran penyakit menular di masyarakat.
  • Jika muncul gejala seperti demam tinggi atau tanda penyakit menular, jemaah diminta segera menghubungi Puskesmas agar mendapat penanganan cepat.
  • Meski ada aturan isolasi, jemaah yang harus berinteraksi dengan masyarakat diwajibkan memakai masker dan menghindari kontak fisik demi meminimalkan risiko penularan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Padang, IDN Times - Jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci harus melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu sebelum menemui warga lainnya.

"Ada aturan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan begitu," kata Dokter Klinik Kesehatan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Debarkasi Padang, Resnita, beberapa waktu lalu.

Diketahui, saat ini seluruh jemaah haji debarkasi Padang telah berada di kediamannya masing-masing setelah pemulangan kelompok terbang (kloter) 14 dilakukan, pada Sabtu (20/6/2026) kemarin.

1. Jemaah haji harus isolasi mandiri

Jemaah haji Sumbar yang merupakan korban bencana pada November 2025 (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Jemaah haji Sumbar yang merupakan korban bencana pada November 2025 (Dok.Kemenhaj Sumbar)

Resnita mengatakan, jemaah haji yang baru kembali dari tanah suci harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari setelah kepulangannya.

"Hal itu dimaksudkan jika ada penyakit menular yang menginfeksi jemaah haji tidak menular ke masyarakat lainnya," katanya.

Menurutnya, isolasi mandiri selama 14 hari tersebut sesuai dengan standar yang ditentukan oleh Kemenkes soal penyakit menular.

"Kita berharap tidak ada jemaah haji kita yang terkena penyakit menular setelah menjalankan ibadah haji ," katanya.

2. Apa yang harus dilakukan jika ada tanda-tanda?

Jemaah haji Sumbar turun dari pesawat (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Jemaah haji Sumbar turun dari pesawat (Dok.Kemenhaj Sumbar)

Resnita mengatakan, jika seorang jemaah haji mengalami penyakit seperti demam tinggi dan ciri-ciri penyakit menular lainnya bisa langsung melakukan pengobatan.

"Jemaah bisa menghubungi atau mendatangi pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar mendapatkan pertolongan," katanya.

Selain itu, Resnita mengatakan bahwa Kemenkes juga sudah memerintahkan kepada setiap daerah agar melakukan pemantauan terhadap jemaah hajinya masing-masing.

"Biasanya pihak Puskesmas akan memantau setiap jemaah haji yang baru kembali. Kalau ada dugaan, maka akan cepat dilakukan penanganan," lanjutnya.

3. Dapatkan kelonggaran

Jemaah haji Sumbar turun dari pesawat (Foto: Kemenhaj Sumbar)
Jemaah haji Sumbar turun dari pesawat (Dok.Kemenhaj Sumbar)

Meski adanya aturan tentang isolasi mandiri tersebut, Resnita tidak menapik adanya jemaah haji yang masih menemui masyarakat selama masa tersebut.

"Ya kalau memang harus bertemu masyarakat banyak jemaah haji harus menggunakan masker dan tidak bersentuhan secara fisik seperti bersalaman," katanya.

Dengan begitu, menurut Resnita risiko menularnya penyakit akan dapat diminimalisir jika salah satu jemaah ada yang tertular penyakit usai melakukan perjalanan internasional.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Sumatera Selatan

See More