Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Korban Keracunan MBG di Agam Dirawat RS, Total 344 Orang Terdampak
ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Dinas Kesehatan Agam mencatat 344 orang, dari balita hingga lansia, terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis; kelompok usia 5–9 tahun menjadi yang terbanyak dengan 117 korban.
  • Sebanyak 251 korban merupakan pelajar dari TK hingga SMA di sejumlah sekolah Kabupaten Agam. Delapan orang masih menjalani perawatan di RSUD Bukittinggi dan RS Ahmad Mukhtar.
  • Dinas Kesehatan Agam bersama BGN masih memeriksa makanan MBG, termasuk nasi, telur atau telur puyuh, tomat, dan mentimun, untuk memastikan penyebab keracunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (4/9/2026)

Dinas Kesehatan Kabupaten Agam melakukan pembaharuan data dan mencatat 344 korban diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis.

saat ini

Delapan korban masih dirawat di RSUD Bukittinggi dan Rumah Sakit Umum Ahmad Mukhtar di Bukittinggi. Makanan yang diduga mengakibatkan keracunan masih diperiksa bersama BGN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jumlah korban yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Agam tercatat 344 orang.
  • Who?
    Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, 344 korban, dan BGN terlibat dalam pendataan serta pemeriksaan.
  • Where?
    Kejadian tercatat di Kabupaten Agam. Delapan korban dirawat di RSUD Bukittinggi dan Rumah Sakit Umum Ahmad Mukhtar di Bukittinggi.
  • When?
    Pembaruan data disampaikan pada Jumat (4/9/2026).
  • Why?
    Penyebab keracunan hingga saat ini belum ada kepastian karena pemeriksaan makanan masih dilakukan.
  • How?
    Dinas Kesehatan mencatat korban dari balita hingga lansia dan memeriksa makanan berupa nasi, telur, telur puyuh, tomat, serta mentimun bersama BGN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di Agam, 344 orang sakit setelah makan Makan Bergizi Gratis. Banyak yang sakit adalah anak sekolah. Ada juga balita dan orang dewasa. Delapan orang masih dirawat di rumah sakit di Bukittinggi. Petugas sedang memeriksa makanan seperti nasi, telur, sayur tomat, dan mentimun untuk mencari tahu penyebabnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Padang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat jumlah korban akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut menjadi 344 orang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, setelah melakukan pembaruan data pada Jumat (4/9/2026).

Pada data terbaru itu, Dinas Kesehatan mencatatkan adanya korban yang merupakan balita hingga lansia yang diduga mengalami keracunan.

1. Sebanyak 344 korban terdampak

Proses penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pakri Palembang (IDN Times/Rangga Er

Hendri mengatakan bahwa kelompok korban terbanyak berusia 5-9 tahun dengan jumlah 117 orang.

"Dari kelompok umur, ada sebanyak 103 orang berusia 10-14 tahun, 43 orang berusia di bawah lima tahun, 31 orang berusia 15-19 tahun, dan 50 orang berusia lebih dari 19 tahun," katanya.

Menurutnya, jumlah tersebut kebanyakan merupakan siswa yang mendapatkan MBG di berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Agam.

2. Sebanyak 251 pelajar jadi korban

ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Hendri mengatakan bahwa sebanyak 251 dari total korban tersebut merupakan pelajar mulai dari TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Beberapa sekolah itu seperti SDN 02 Palupuh Agam, SDN 17 Sitangkai, SMPN 1 Palupuh, SDN 08 Nan Limo Mudiak, SDN 07 Nan Limo Mudiak," katanya.

Menurutnya, dari jumlah korban tersebut, delapan di antaranya saat ini masih dirawat di RSUD Bukittinggi dan Rumah Sakit Umum Ahmad Mukhtar di Bukittinggi.

3. Masih lakukan pemeriksaan

ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

Hendri mengatakan, untuk makanan yang diduga mengakibatkan keracunan sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan bersama pihak BGN.

"Untuk menunya itu ada nasi dan telur, serta ada juga nasi dan telur puyuh lengkap dengan sayur seperti tomat dan mentimun," katanya.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan diumumkan kembali jika telah didapatkan data pasti soal penyebab keracunan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article