Tiga Orang Dimakamkan Sesuai Protap COVID-19 di Gandus

Palembang, IDN Times - Taman Pemakaman Umum (TPU) Gandus Hills di Jalan Sungai Lacak, Pulo Kerto, Kecamatan Gandus Kota Palembang, sejauh ini sudah menerima tiga orang yang dimakamkan sesuai prosedur tetap (Protap) penanganan COVID-19.
Lokasi yang jauh dari pemukiman warga dan berdiri di atas tanah seluas dua hektare (Ha) milik Pemkot Palembang, menjadi tempat persemayaman terakhir korban virus corona.
"Ada jenazah pasien dalam pengawasan (PDP), tapi kita tahu apakah positif atau tidak. Kita sebatas teknis pemakamannya saja," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Palembang, Affan Prapanca Mahali, kepada IDN Times, Rabu (22/4).
1. Baru satu jenazah terkonfirmasi positif

Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Sumsel, Yusri mengatakan, baru satu orang yang dinyatakan positif COVID-19 dikubur di TPU Gandus Hill. Korban adalah pasien nomor 37, laki-laki berusia 77 tahun yang meninggal pada Jumat lalu (17/4).
Sedangkan dua orang lagi merupakan PDP yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Palembang dan Rumah Sakit Charitas Palembang.
"Satu orang lagi dari RS Siti Fatimah masih menunggu hasil laboratoriumnya. Yang pasti sejauh ini untuk positif baru satu orang," ujar Yusri.
2. Satu PDP meninggal belum sempat diambil swab

Sedangkan untuk satu PDP lain belum sempat menjalani swab oleh tim kesehatan. Namun karena yang bersangkutan memiliki dugaan gejala COVID-19 saat dirawat, SOP pemakamannya menggunakan protap yang sama dengan pasien COVID-19.
"Saat itu belum sempat kita ambil sampel. Namun untuk memastikan apakah pasien meninggal karena COVID-19 atau tidak, kita lakukan pemeriksaan swab kepada keluarganya," ujar Yusri.
3. Pemakaman ketiga pasien COVID-19 miliki SOP sendiri

Petugas TPU Gandus Hills bercerita, pihaknya sudah tiga kali diminta memakamkan jenazah pasien. Dirinya tidak mengetahui apakah yang dikuburkan pasien positif atau masih dalam pengawasan.
Dalam protap pemakaman jenazah COVID-19 berbeda dari pasien biasa, pihaknya tidak boleh turun ke dalam makam. Beberapa petugas hanya diizinkan sampai di atas liang, dan menurunkan peti menggunakan tali secara perlahan.
"Di sana ada tim dokter yang ikut, jadi kita tinggal diarahkan oleh pihak kedokteran," tutup dia.
![[LINIMASA] Perkembangan COVID-19 di Sumsel yang Kian Meresahkan](https://image.idntimes.com/post/20200424/antarafoto-pemantauan-penumpang-di-terminal-palembang-200420-fs-2-776bc479ae9019348cd572f722efe583.jpg)





















