Sungai Sake Meluap, Ratusan Rumah di Sungai Keruh Muba Terendam Banjir

- Curah hujan tinggi membuat Sungai Sake meluap di Musi Banyuasin, Sumsel
- 343 KK terdampak banjir, 39 KK mengungsi dan 13 KK berpotensi mengungsi
- Pemerintah setempat melakukan pemantauan, inventarisasi kedalaman air, dan patroli evakuasi dengan speedboat
Musi Banyuasin, IDN Times - Tingginya curah hujan melanda sejumlah wilayah di Sumsel terutama Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), membuat Sungai Sake di Kecamatan Sungai Keruh meluap, Sabtu (18/1/2025).
Akibatnya sebanyak 296 unit rumah dengan 343 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Sebagian KK terpaksa mengungsi sementara yang lainnya masih bertahan karena berdiam di rumah panggung.
1. Ketinggian kurang lebih 1 meter di 6 dusun

Kepala BPBD Muba, Pathi Riduan mengatakan, berdasarkan laporan warga melalui perangkat desa dan camat Sungai Keruh, bencana banjir mulai sejak Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. Pada saat itu bersamaan hujan dengan intensitas sedang hingga deras
"Hujan intensitas deras yang mengakibatkan air naik dengan ketinggian kurang lebih 1 meter di 6 dusun Desa Kerta Jaya. Hingga sekarang debit air masih bertahan," ujarnya.
2. Tim dirikan tenda posko siaga untuk para korban

Tim piket langsung melakukan upaya pemantauan ke lokasi bencana banjir dan menginventarisasi kedalaman air berdampak ke rumah warga, fasilitas umum dan jalan.
"Jumlah pengungsi ada 39 KK dan potensi mengungsi sekitar 13 KK. Tim juga telah mencari lokasi tertinggi untuk pembangunan Tenda Posko Siaga serta melakukan patroli dengan menggunakan speedboat bila ada yg membutuhkan evakuasi atau bantuan lainnya," terangnya.
3. Banjir juga dari kiriman kabupaten tetangga

Camat Sungai Keruh, Dendi Suhendar menyebutkan air mulai naik secara drastis mulai pukul 16.00 WIB sore kemarin dan puncak banjir sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
"Puncak banjirnya semalam karena intensitas hujan cukup tinggi yang menyebabkan Sungai Sake meluap. Untuk ketinggan air dengan relatif 50 cm sampai 120 senti," kata Dendi.
Banjir tersebut menurutnya sering terjadi awal tahun karena intensitas curah hujan dan air kiriman dari kabupaten tetangga
"Banjir ini tiap tahun tapi jarang lama karena airnya lewat saja. Saat ini banjir mulai surut, berkurang volume air, namun warga harus tetap siaga karena masih berpotensi hujan di sekitar wilayah desa," ujarnya.

![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)










![[FOTO] Jemaah Haji Kloter I Debarkasi Palembang Tiba di Tanah Air](https://image.idntimes.com/post/20260602/upload_f8991d3ff0e1eccbbc4e4bacf4c6b5af_4f2a82e8-e40c-4456-8c31-5bba894f676e_watermarked_idntimes-2.jpg)






