Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sumbar Diguncang Gempa, Ini Penjelasan BMKG

Sumbar Diguncang Gempa, Ini Penjelasan BMKG
Gempa yang terjadi di Pasaman (Foto: BMKG)
Intinya Sih
  • Sumatra Barat diguncang gempa sepekan terakhir, dengan 2 kali gempa kekuatan magnitudo 4.2 di zona sesar aktif Sumatra.
  • Gempa terjadi di Kabupaten Solok dan Pasaman, berpotensi menyebabkan longsor jika hujan tinggi. Masyarakat harus mengenali potensi ancaman dari gempa.
  • Pembentukan KSB penting untuk sosialisasi tindakan saat gempa, pemerintah Sumatra Barat telah melakukan langkah-langkah antisipasi bencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Padang, IDN Times - Sumatra Barat beberapa kali diguncang gempa sepekan terakhir. Badan Metereologi, Krimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi kurang lebih 2 kali gempa dalam sepekan di Sumatra Barat.

"Untuk aktifitas kegempaan yang terjadi sepekan terakhir memang ada beberapa kali. Tetapi dengan kekuatan yang tidak terlalu besar," kata Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi saat dihubungi IDN Times, Sabtu (12/4/2025).

Menurutnya, gempa yang terjadi tersebut berada pada zona sesar aktif Sumatra yang mengakibatkan guncangan dengan kekuatan Magnitudo 4.2.

1. Dua daerah diguncang gempa

Titik episentrum gempa di Sumatra Barat (Foto: BMKG)
Titik episentrum gempa di Sumatra Barat (Foto: BMKG)

Suaidi mengungkapkan, gempa yang terjadi di Sumatra Barat sepekan terjadi di Kabupaten Solok dan Kabupaten Pasaman dengan kekuatan mulai dari Magnitudo 2 sampai Magnitudo 4.

"Untuk gempa pertama titiknya terdapat di sekitar Danau Diatas dan Danau Dibawah dan kemarin gempa terjadi lagi di daerah Pasaman," katanya.

Menurutnya, gempa tersebut memang tidak akan terlalu merusak. Tetapi, aktifitas kegempaan yang terjadi membuat beberapa kemungkinan bencana lain di sepanjang zona sesar aktif Sumatra tersebut.

"Dengan guncangan yang terjadi tersebut, kemungkinan akan mengakibatkan longsor jika hujan terjadi cukup tinggi di wilayah sepanjang zona aktif sesar Sumatra," kat Suadi.

2. Antisipasi karakteristik gempa kembar

Titik episentrum gempa di Sumbar (Foto: BMKG)
Titik episentrum gempa di Sumbar (Foto: BMKG)

Suaidi menjelaskan, karakteristik gempa yang terjadi di patahan aktif sesar Sumatra memiliki karakteristik yang cukup berbeda dari gempa yang terjadi di patahan lainnya di Sumatra Barat.

"Karakteristiknya adalah terjadinya gempa kembar seperti di Sumani-Sianok yang terjadi pada tahun 1926 silam dan juga di Sumani Sistem pada tahun 1946," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Sumatra Barat harus mengenali potensi ancaman dari gempa yang terjadi. Karena ada tiga patahan yang mengakibatkan gempa di Sumatra Barat selama ini.

3. Bentuk kelompok siaga bencana

Gempa yang terjadi di Pasaman (Foto: BMKG)
Gempa yang terjadi di Pasaman (Foto: BMKG)

Menurut Suadi, untuk mengantisipasi adanya korban dalam bencana gempa yang terjadi di Sumatra Barat pembentukan KSB akan sangat penting.

"Karena, melalui KSB tersebut bisa mensosialisasikan tentang apa yang harus dilakukan saat terjadinya gempa. Sehingga akan mengantisipasi terjadinya korban," katanya.

Menurut Suaidi, pemerintah di Sumatra Barat saat ini sudah melakukan berbagai langkah-langkah untuk mengantisipasi adanya korban jika terjadi bencana seperti gempa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Sumatera Selatan

See More