Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Respons Guru di Palembang Soal Kebijakan Jurusan SMA Diterapkan Lagi

Kota Palembang
Respons Guru di Palembang Soal Kebijakan Jurusan SMA Diterapkan Lagi
Ilustrasi siswa SMA di depan komputer (pexels.com/Thành Đỗ)
  • Guru dan kepala sekolah di Palembang merespons wacana Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti untuk menghidupkan kembali jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA.
  • Kepala SMAN 18 Palembang mendukung kebijakan pemerintah baru tetapi masih fokus menerapkan Kurikulum Merdeka hingga ada regulasi jelas terkait penjurusan di SMA.
  • Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang menyambut baik rencana aktivasi kembali jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA, namun menunggu aturan resmi terkait sistem pelaksanaannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Sejumlah guru dan kepala sekolah di Palembang merespons wacana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti untuk menghidupkan kembali jurusan IPA, IPS dan Bahasa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Bagi kami sebagai Kepala SMAN 18 Palembang akan selalu mendukung kebijakan pemerintah yang baru," ujar Kepala SMA Negeri 18 Palembang, Heru Supeno, Senin (14/4/2025).

  1. 1. Ingatkan pemerintah untuk menyiapkan regulasi dengan baik

    ilustrasi acara di sekolah (unsplash.com/Aniq Danial)
    ilustrasi acara di sekolah (unsplash.com/Aniq Danial)

    Meski mendukung apapun kebijakan dan apapun aturan yang telah diputuskan oleh pemimpin, Supeno mengaku saat ini masih fokus menerapkan Kurikulum Merdeka hingga ada regulasi jelas terkait wacana SMA kembali diberlakukan sistem penjurusan di sekolah.

    "Asal regulasinya jelas dan dipersiapkan dengan baik," kata dia.

    Supeno menambahkan, penggunaan Kurikulum Merdeka akan tetap diterapkan selama aturan baru belum berlaku dan Keputusan Menteri (Kepmen) dirilis.

  2. 2. Sekolah berupaya melaksanakan rencana pemerintah dengan baik

    Ilustrasi lembaga sekolah (Unsplash.com/Rafael Atantya)
    Ilustrasi lembaga sekolah (Unsplash.com/Rafael Atantya)

    Menanggapi soal penerapan Kurikulum Merdeka dari menteri sebelumnya dan telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, Supeno mengaku sudah nyaman dengan sistem sekolah penggerak Merdeka.

    "Karena kami menjalankannya selama 3 tahun. Menurut kami, kurikulum Merdeka apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh akan berdampak baik terhadap peserta didik. Namun untuk kurikulum baru tentu ada kelemahannya, tidak ada sesuatu yang sempurna. Jika akan diperbaiki atau disempurnakan, maka sekolah akan melaksanakannya dengan baik sesuai kebijakan pemerintah," jelas dia.

  3. 3. Nilai kebijakan penjurusan SMA jadi lebih efektif untuk masuk perguruan tinggi

    Ilustrasi sekolah
    Ilustrasi sekolah

    Sementara kata Kepala SMA Plus Negeri 17 Palembang  Purwiastuti Kusumastiwi, terkait rencana aktivasi kembali jurusan IPA, IPS dan Bahasa jenjang SMA, dirinya menyambut baik. Tetapi sejauh ini belum ada aturan resmi terkait bagaimana sistem pelaksanaan.

    "Belum ada aturan resminya seperti apa, kita masih menunggu. Tapi untuk kurikulum, kita ikuti dan jalankan semua aturan yang sudah ditetapkan, sambil menunggu program-program baru yang diluncurkan pemerintah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia," katanya.

    Dia menanggapi, soal jurusan IPA, IPS dan Bahasa di sekolah tingkat atas sebenarnya bisa membantu siswa lebih fokus pada bidang yang diminati dan relevan dengan rencana studi mereka ke depan, terutama saat mereka masuk perguruan tinggi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More