Pulang dari Tanah Suci, Jemaah Haji Padang Dipantau 21 Hari

Dinas Kesehatan akan memantau jemaah haji selama 21 hari setelah kepulangan dari pelaksanaan ibadah haji 2025.
2 jemaah haji debarkasi Padang batal pulang karena sakit, dan pendampingnya tinggal untuk membantu.
Banyak jemaah haji embarkasi Padang sakit karena cuaca ekstrem di Makkah, terutama kelompok lansia dan yang tidak tahan dengan cuaca panas.
Padang, IDN Times - Jemaah haji debarkasi Padang yang sudah kembali dari tanah suci akan dipantau selama 21 hari ke depan setelah kepulangan dari pelaksanaan ibadah haji 2025.
"Memang untuk jemaah haji tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena ada wabah COVID-19 yang sedang marak juga saat ini," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), M. Rifki saat dihubungi, Minggu (15/6/2025).
Menurut Rifki, hingga saat ini sudah ada 2 Kelompok Terbang (Kloter) jemaah haji debarkasi Padang yang sudah dipulangkan dan sudah berada di rumahnya masing-masing.
1. Akan lakukan pemantauan oleh Dinas Kesehatan

Rifki mengungkapkan, untuk jemaah haji yang telah kembali dari pelaksanaan ibadah haji tersebut nantinya akan terus dipantau oleh Dinas Kesehatan.
"Nanti selama 21 hari mereka akan dipantau oleh Dinas Kesehatan dan Badan Kekarantinaan Kesehatan. Jika ada jemaah haji yang mengalami sakit dalam 21 hari tersebut haru segera melapor ke Puskesmas untuk dapat ditangani sesegera mungkin," katanya.
Menurutnya, waktu 21 hari yang ditentukan tersebut dengan pertimbangan tidak terbacanya penyakit seseorang dalam waktu 14 hari setelah kepulangan perjalanan Internasional.
"Maklum, karena di Arab Saudi kemarin itu kan banyak orang dari berbagai negara dan banyak juga penyakit yang mewabah. Jadi harus dilakukan pemantauan dengan ketat," katanya.
2. Sebanyak 2 Jemaah haji debarkasi Padang batal pulang

Sebanyak 2 orang jemaah haji debarkasi Padang batal pulang pada kloter pertama lalu. Hal tersebut terjadi karena jemaah haji tersebut sakit saat akan berangkat ke Bandara di Makkah.
"Tidak hanya jemaah haji, pendampingnya juga tinggal kemarin itu karena harus membantu jemaah haji yang sakit tersebut," kata
Menurutnya, jemaah haji yang tertinggal itu akan diberangkatkan nantinya bersama Kelompok Terbang (Kloter) yang lain yang masih berada di tanah suci.
3. Banyak jemaah haji yang sakit

Rifki mengungkapkan, sepanjang pelaksanaan ibadah haji lalu banyak jemaah embarkasi Padang yang mengalami sakit karena cuaca ekstrem yang terjadi di Makkah.
"Ada juga jemaah yang paginya sakit dan langsung dibawa ke rumah sakit. Pada siang atau sorenya sudah sembuh dan bisa kembali melanjutkan ibadah hajinya," katanya.
Menurut Rifki jemaah haji yang sakit tersebut kebanyakan adalah kelompok lansia yang rentan terhadap penyakit dan jemaah yang tidak tahan dengan cuaca panas.






![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)












