Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pria di Mura Tewas Terbakar, Polisi Temukan Puntung Rokok di Kasur

Pria di Mura Tewas Terbakar, Polisi Temukan Puntung Rokok di Kasur
Polisi melakukan olah TKP korban tewas terbakar di kamar. (Dok. Polsek BTS Ulu)
Intinya Sih
  • Idris ditemukan terbakar di kamarnya dan meninggal karena luka bakar parah, diduga bunuh diri dengan racun dan puntung rokok.
  • Peristiwa pertama kali diketahui kakak korban dan warga sekitar, polisi menduga korban memakan racun putas di dalam kamar.
  • Keluarga menyatakan menerima peristiwa itu sebagai musibah, serta menolak autopsi, sementara Kemenkes RI memberikan layanan kesehatan jiwa gratis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Musi Rawas, IDN Times - Amad Sayuti (30) warga Gang V Kelurahan Bangun Jaya Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas langsung histeris saat menyaksikan sang adik Idris (28) ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam kamarnya, Minggu (4/5/2025) sekitar pukul 12.50 WIB.

Korban yang sudah mengalami luka bakar parah akhirnya tewas dan tak sempat diselamatkan. Dari hasil penyelidikan polisi, aksi ini diduga bunuh diri karena ditemukan racun dan puntung rokok di kasur korban.

1. Saksi lihat ada kepulan asap di kamar korban

Polisi melakukan olah TKP korban tewas terbakar di kamar. (Dok. Polsek BTS Ulu)
Polisi melakukan olah TKP korban tewas terbakar di kamar. (Dok. Polsek BTS Ulu)

Kapolsek BTS Ulu Iptu Jemmy Amin Gumayel mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui Amad Sayuti yang membuka bengkel di depan seberang jalan rumah orang tuanya. Saat itu saksi melihat ada kepulan asap dari kamar korban, yakni Idris.

"Saat kejadian, orang tua mereka sedang pergi ke kebun. Makanya Amad bersama seorang warga Dedi, langsung datang ke rumah tersebut dan memanggil-mangil korban," ujarnya Senin (5/5/2025).

Karena tidak ada jawaban, mereka langsung mendobrak kamar Idris yang dikuci dari dalam. Betapa kagetnya mereka mendapati korban dalam keadaan terbakar dengan kepulan asap tebal. 

"Kedua saksi kemudian mengeluarkan korban dan membawanya ke Puskesmas Cecar. Namun sampai di Puskemas diketahui korban sudah tidak bernyawa lagi," jelas Kapolsek 

2. Awalnya korban memakan racun dan merokok

Polisi melakukan olah TKP korban tewas terbakar di kamar. (Dok. Polsek BTS Ulu)
Polisi melakukan olah TKP korban tewas terbakar di kamar. (Dok. Polsek BTS Ulu)

Petugas Polsek BTS Ulu begitu mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi melakukan olah TKP. Di dalam kamar ditemukan kasur yang terbakar, kemudian pecahan racun putas dan puntung rokok. Kuat dugaan korban melakukan bunuh diri.

"Diduga awalnya korban memakan racun putas di dalam kamar, kemudian menyalakan rokok. Tetapi api puntung rokok menyambar kasur yang ada di dalam kamar korban," terangnya.

3. Korban ada riwayat gangguan jiwa

Ilustrasi pria mengalami depresi (freepik.com/umudaghayev)
Ilustrasi pria mengalami depresi (freepik.com/umudaghayev)

Kobaran api tersebut lantaran membakar tubuh korban, menimbulkan asap pekat dan menyebabkan korban lemas lalu meninggal dunia. Keluarga juga menyatakan sudah menerika peristiwa itu sebagai musibah, serta membuat surat pernyataan keluarga korban untuk menolak autopsi.

"Menurut keluarga, korban ada riwayat gangguan jiwa. Serta orang yang pertama kali mengetahui peristiwa ini adalah kakaknya. Kuat dugaan karena bunuh diri karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, kecuali luka bakar," ucapnya.

4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

depresi (Pixabay.com/Mahathelge_Ahmad)
depresi (Pixabay.com/Mahathelge_Ahmad)

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. 

Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. 

  1. RS jiwa tersebut ialah: RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
  2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
  3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
  4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
  5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444
  6. NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com
  7. Organisasi INTO THE LIGHT message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) direct message via Twitter: @IntoTheLightID
  8. Kementrian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454
Share Article
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Yuliani
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Yuliani
EditorYuliani

Latest News Sumatera Selatan

See More