Ilustrasi jembatan Ampera (Deryardli Tiarhendi)
Kemudian lanjut dia, Jalan Kolonel H Burlian hingga ke Sukarami pun jadi sasaran empuk keramaian kendaraan. Ketimbang harus menerapkan ganjil-genap dan merepotkan masyarakat, pemerintah sebaiknya menerapkan peraturan tentang bagaimana batas masyarakat yang bisa membeli mobil atau motor untuk mengurangi jumlah kendaraan di pusat kota.
"Luar negeri itu, jarang yang bawa kendaraan pribadi, karena hanya orang-orang tertentu yang bisa membeli kendaraan," kata Krisna.
Sementara menurut Warga Kamboja Palembang, Odun, kebijakan kendaraan melintas ganjil-genap, jadi bukti pemkot hanya ikut-ikutan program daerah lain. Pemkot kata dia, terkesan membuntuti visi misi pejabat luar Palembang dan terlihat kurang kreatif menjalankan program kerja baru.
"Kalau mau berencana menjalankan program, liat dulu prioritas daerah. Kepentingannya bagaimana, dampaknya bagaimana, harus dikaji detail. Kalau cuma mau ikut-ikutan kebijakan provinsi lain, lebih baik tidak usah," jelas dia.