Palembang Siapkan 662 Kuota untuk Formasi PPPK Guru di Tahap Awal

- Pemerintah Kota Palembang siapkan 662 kuota PPPK untuk guru honorer tingkat SD dan SMP.
- Seleksi PPPK direncanakan dibuka dua tahap karena jumlah guru honorer masih lebih dari seribu, sementara kebutuhan tenaga pengajar di sekolah negeri sekitar 3 ribu.
- Tenaga pendidik berstatus honorer bisa mengikuti seleksi PPPK di akhir 2024, dengan upaya untuk menyejahterakan guru honor di Palembang.
Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyiapkan kuota Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dialokasikan untuk guru honorer. Sebanyak 662 kuota disiapkan untuk tahap awal.
"Tahap awal di 2024 kita sediakan kuota khusus tendik (tenaga pendidik) atau guru honorer tingkat SD dan SMP," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ratu Dewa, Kamis (4/7/2024).
1. Janjikan semua guru honorer Palembang ikut PPPK 2024

Seleksi PPPK untuk guru di Palembang direncanakan dibuka dua tahap. Sebab saat ini jumlah guru honorer masih di angka seribu lebih, meski kebutuhan tenaga pendidik di sekolah negeri sekitar 3 ribu tenaga pengajar.
"Sisanya akan dilanjutkan pada penerimaan PPPK pada periode berikutnya. Kita tuntaskan segera untuk sisa honorer tendik yang belum terjaring PPPK 2024,” kata dia.
2. PGRI Sumsel menerima laporan terkait guru honorer bisa ikut PPPK

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Sumatra Selatan (PGRI Sumsel) Ahmad Zulinto menambahkan, mereka telah menerima laporan bahwa tenaga pendidik yang berstatus honorer bisa mengikuti seleksi PPPK di akhir 2024.
"Sesuai pernyataan Sekda, tahap awal ada 600-an kuota untuk PPPK tendik ini," timpal dia.
3. Tetap bekerja di sekolah awal

Zulinto yang juga Dewan Pendidikan Palembang, menyebut dirinya mendorong serta turut membantu Pemkot untuk menyejahterakan guru maupun tenaga ajar honor di Palembang.
"Akan kita tampung dan menjembatani baik laporan serta kebutuhan baik guru kepada pemerintah agar kesejahteraanya terjamin. Kemudian kita juga mengupayakan untuk penempatan PPPK sesuai mereka bekerja selama ini. Sekolah yang mengusulkan kebutuhan tersebut pasti kekurangan guru," jelas dia.



















