Polisi Ungkap Modus Begal yang Menimpa Anggota Polda Sumsel

- Polrestabes Palembang mengungkap tiga pelaku begal yang menyerang Aiptu Januardo Eko Satrio, anggota Polda Sumsel yang bekerja sambilan sebagai ojek pangkalan.
- Januardo mengantar Feri Irawan dan Fitrianti setelah melihat cekcok; saat menagih ongkos di Inspektur Marzuki, ia dipukul Feri dan dikeroyok Fauzi Syukri.
- Meski mengaku polisi, Januardo tetap dianiaya hingga mengalami luka tusuk dan luka lainnya; Fitrianti membawa kabur Honda Beat milik korban.
Palembang, IDN Times - Tim Satreskrim Polrestabes Palembang mengungkap modus tiga pelaku begal yang menimpa Aiptu Januardo Eko Satrio, anggota Polda Sumatra Selatan yang sedang menyambi sebagai tukang ojek pangkalan.
Januardo awalnya tidak curiga ketika diminta mengantar pasangan yang mengaku kehilangan sepeda motor. Namun, saat tiba di lokasi, korban justru dikeroyok hingga mengalami sejumlah luka dan sepeda motornya dibawa kabur.
"Korban (Aiptu Januardo) mencoba mendekati dan menanyakan kenapa bisa terjadi keributan. Lalu, tersangka wanita menjawab kalau kehilangan motor," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, Rabu (12/8/2026).
1. Korban sempat menagih ongkos ojek kepada para pelaku

Ilustrasi begal. (IDN Times/Mardya Shakti) Jedi menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat Januardo melihat Feri Irawan (36) dan kekasihnya, Fitrianti, terlibat cekcok di kawasan Soekarno-Hatta, Palembang, Jumat (7/8/2026). Melihat keributan tersebut, Januardo kemudian menghampiri keduanya untuk menanyakan persoalan yang terjadi.
Feri kemudian meminta Januardo mengantarkan mereka pulang di kawasan Inspektur Marzuki Palembang. Tanpa menaruh curiga, korban membawa keduanya menggunakan Honda Beat tahun 2019 warna putih miliknya dengan nomor polisi BG 6384 ACK.
Namun, sesampainya di lokasi, situasi berubah setelah korban menanyakan ongkos kepada keduanya. Pertanyaan tersebut justru memicu keributan antara korban dan para pelaku.
"Setiba di lokasi, korban menanyakan ongkos kepada kedua tersangka yang berujung keributan," kata Musa.
2. Korban sempat mengaku polisi

Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti) Saat terjadi keributan, Feri kemudian memukul Januardo. Tak lama berselang, ayah kandung Feri, Fauzi Syukri (60), ikut melakukan pengeroyokan karena mengira anaknya sedang terlibat perkelahian.
Meski telah terjatuh dan tidak berdaya, penganiayaan terhadap Januardo masih berlanjut. Bahkan, korban sempat memberitahukan kepada para pelaku bahwa dirinya merupakan anggota polisi. Namun, pengakuan tersebut tidak membuat para pelaku menghentikan aksinya.
Di tengah kondisi korban yang tidak berdaya, Fitrianti kemudian mengambil sepeda motor milik Januardo dan kabur.
"Korban sudah sempat mengaku polisi, namun tak membuat tersangka mundur. Korban selanjutnya mencoba menyelamatkan diri lalu dibantu pengemudi ojol," ujar Musa.
3. Kasus menimpa Aiptu Januardo saat nyambi tukang ojek

Ema Huzairoh saat melapor ke polisi terkait kasus begal yang menimpa suaminya (Dok: Polrestabes Palembang) Diberitakan sebelumnya, seorang anggota polisi yang bertugas di Bidang Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Sumsel bernama Aiptu Januardo Eko Satrio menjadi korban kejahatan jalanan begal. Korban diketahui menyambi menjadi tukang ojek pangkalan (opang) untuk menambah penghasilan, namun dirinya justru menjadi korban begal.
"Suami saya itu ngojek, Pak, yang mencari penumpang dari mobil-mobil bus luar kota," ungkap istri korban, Ema Huzairoh (44), saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin (10/8/2026).
Setibanya di lokasi kejadian, korban langsung dihantam pelaku menggunakan kayu balok pada bagian atas kepala. Korban juga ditusuk pada bagian perut.
Akibat penganiayaan tersebut, Januardo mengalami empat luka tusuk di bagian perut, memar pada wajah sebelah kiri dan kanan, luka robek di bawah mata dan bibir, serta sejumlah luka sayatan pada kedua lengannya.
Tak hanya menganiaya korban, kawanan pelaku juga membawa kabur sepeda motor Honda Beat tahun 2019 berwarna putih milik korban dengan nomor polisi BG 6384 ACK.
















