Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

ODGJ di Lubuk Linggau Tewas Terpanggang di dalam Bus

ODGJ di Lubuk Linggau Tewas Terpanggang di dalam Bus
Ilustrasi orang meninggal dunia (IDN Times/Mia Amalia)
Intinya Sih
  • Acep Misnan (55) diduga meninggal dunia akibat terbakar di dalam bus mangkrak di Lubuk Linggau.
  • Api diperkirakan berasal dari abu rokok karena korban sering merokok di dalam bus tempat tinggalnya.
  • Korban yang memiliki gangguan jiwa tinggal di bus tersebut selama dua tahun terakhir sebelum kebakaran terjadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Lubuk Linggau, IDN Times - Seorang ODGJ bernama Acep Misnan (55) diduga meninggal dunia akibat terbakar di dalam bus mangkrak berada di wilayah Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Lubuk Linggau.

Korban diketahui tinggal sehari-hari di dalam bus tewas sebelum sempat menyelamatkan diri saat api membakar bus ditempatinya, Minggu (1/12/2024).

"Api membakar bus yang dijadikan tempat tinggal oleh korban. Dirinya ditemukan tewas di dalam bus saat api berhasil dipadamkan," ungkap Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP Hendrawan, Senin (2/12/2024).

1. Korban diduga merokok sebelum kejadian

proses identifikasi bus yang terbakar di lubuk Linggau (Dok: Polres Lubuk Linggau)
proses identifikasi bus yang terbakar di lubuk Linggau (Dok: Polres Lubuk Linggau)

Hermawan menjelaskan, mobil mangkrak ditempati korban berada di depan bengkel milik warga bernama Tomi. Awalnya, warga sempat melihat api muncul dibagian depan mobil dan segera melapor meminta pertolongan lantaran api dengan cepat membesar.

"Bus tempat korban tinggal masih memiliki banyak busa kursi, dan korban diketahui sering merokok di dalamnya. Diduga kebakaran berawal dari aktivitas tersebut," jelas dia.

2. Korban tinggal di dalam bus sejak 2 tahun terakhir

proses identifikasi bus yang terbakar di lubuk Linggau (Dok: Polres Lubuk Linggau)
proses identifikasi bus yang terbakar di lubuk Linggau (Dok: Polres Lubuk Linggau)

Menurut Hermawan, sejak mengalami gangguan jiwa korban menetap di bus tersebut. Dari keterangan pemilik bengkel, dirinya dan korban diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan sehingga saksi tak begitu risau saat korban tinggal di dalam bus tersebut selama dua tahun terakhir.

"Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi serta visum dan memilih untuk mengurus sendiri prosesi pemakaman korban," jelas dia.

3. Polisi dalami penyebab kebakaran meski keluarga menolak autopsi

Ilustrasi meninggal dunia (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi meninggal dunia (IDN Times/Sukma Shakti)

Polisi masih mendalami penyebab kebakaran yang mengakibatkan bus tersebut terbakar. Lokasi kebakaran tersebut kini sudah dipasangi garis polisi.

"Kami masih melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran bus tersebut," jelas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More