Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Minim Anggaran, Susu Tak Jadi Menu Makan Gratis Siswa di Palembang
pembagian makanan gratis di TK Palembang (Tangkapan layar/IDN Times Feny Maulia Agustin)

Palembang, IDN Times - Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI) Sumsel tak menampik minimnya anggaran untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat susu tak menjadi pilihan pada menu makan para siswa sekolah di Palembang.

"Kami tidak memasukkan susu karena tarif anggaran makan bergizi hanya Rp10 ribu," jelas Ketua AsDI Sumsel, Yenita, Selasa (7/1/2025).

1. Anggaran terbagi untuk bahan makanan dan transport

pembagian makanan gratis di TK Palembang (Tangkapan layar/IDN Times Feny Maulia Agustin)

Minimnya anggaran tersebut juga dibenarkan oleh Pemkot Palembang. Pasalnya siswa TK dan SD hanya dibatasi anggaran Rp11 ribu per siswa disusul siswa SMP Rp15 ribu per siswa.

"Untuk TK dan SD anggarannya itu Rp11 ribu dengan rincian Rp6 ribu untuk modal bahan dan Rp5 ribu untuk jasa katering, transportasi, dan lain-lain. Lalu untuk SMP anggarannya Rp15 ribu dengan rincian Rp10 ribu untuk bahan dan Rp5 ribu untuk jasa katering, transportasi, dan lain-lain," ungkap Kadisdik Palembang Adrianus Amri.

2. Akan ada 3 dapur yang beroperasi di Palembang

Menu makanan gratis di TK Palembang (Tangkapan layar/IDN Times Feny Maulia Agustin)

Amri menyebut, menu MBG yang dibagikan kepada para siswa akan dilakukan bervariasi untuk memenuhi unsur gizi yang optimal. Pemilihan menu pun berbeda-beda dan akan diganti setiap harinya mulai dari ayam, ikan, tempe, tahu dan lainnya menyesuaikan anggaran yang ada dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Untuk dapur umum penyedianya langsung dari Badan Gizi Nasional yang menentukan dapur. Saat ini dapur umum yang sudah siap di wilayah IB 1, kemudian pekan depan wilayah Sukarami dan Kalidoni," jelas dia.

3. Dana APBN dikucurkan untuk MBG

Ilustrasi. pembagian makan gratis di SMP. (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Amri menjelaskan, anggaran dan menu yang dikucurkan oleh pemerintah pusat secara langsung dengan memilih katering yang bertanggung jawab. Anggarannya bervariasi tergantung dengan tingkat jenjang pendidikan para siswa.

"Untuk anggarannya semua dari pusat melalui APBN," jelas dia.

Editorial Team

Related Article