Keluarga Siswi Tewas di Sumbar Ungkap Korban Sering Di-bully

- Aldelia Rahma (11 tahun) tewas terbakar setelah disiram minyak Pertalite oleh pelaku perundungan di sekolah.
- Guru wali kelas Aldelia sering mengabaikan perundungan yang dialami Aldelia, bahkan menyalahkan Aldelia karena berteman dengan laki-laki.
- Keluarga merasa kehilangan sosok Aldelia yang baik dan rajin beribadah, meski telah menjalani proses perawatan medis sesuai standar di RSUP M Djamil Padang.
Padang, IDN Times - Keluarga almarhumah Aldelia Rahma (11), siswi SDN 10 Durian Jantung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) yang tewas akibat terbakar setelah disiram minyak Pertalite mengungkap fakta baru.
Media Madona, sepupu Aldelia, menyebutkan bahwa selama ini korban sering mendapatkan perundungan alias di-bully oleh temannya di sekolah. Pelaku perundungan adalah orang yang menyiram Pertalite ke tubuh korban.
"Benar, yang menyiram Pertalite adalah orang yang sama melakukan perundungan," kata Madona, Senin (27/5/2024).
1. Perundungan diabaikan guru

Madona bilang meski kerap mendapatkan perlakuan perundungan, namun guru atau wali kelas Aldelia sering mengabaikan persoalan itu. Bahkan gurunya memarahi Aldelia. Guru itu menyalahkan Aldelia karena berteman dengan laki-laki.
“Aldelia selama ini sering di-bully oleh anak ini (yang menyiram Pertalite). Ketahuan setelah Aldelia cerita ke kakaknya. Sering ditendang, tempeleng, didorong,” ujar Madona.
2. Dikenal anak yang rajin dan taat ibadah

Madona menambahkan, meninggalnya Aldelia menimbulkan duka mendalam bagi pihak keluarga. Keluarga merasa sangat kehilangan sosok Aldelia, terutama neneknya yang membesarkan korban sejak balita.
"Orang tua Aldelia diketahui sudah berpisah lama. Sejak lahir, Aldelia tidak pernah bertemu dengan ayah kandungannya. Sedangkan ibunya meninggalkan Aldelia untuk pergi merantau. Ibunya kadang tiga sebulan sekali pulang ke rumah," ujarnya.
Madona menegaskan, Aldelia merupakan anak yang baik dan rajin. Bahkan sebelum kejadian tubuhnya terbakar, ia rajin pergi salat ke surau.
3. Sudah sesuai SOP

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP M Djamil Padang, Bestari Jaka Budiman, mengklaim bahwa proses perawatan atau penangan medis terhadap Aldelia sudah diakukan sesuai standar dan prosedur.
Bestari bilang jika Aldelia di RSUP M Djamil Padang menjalani rawat inap sebanyak tiga kali dalam lima minggu. Bahkan, korban sudah menjalani operasi sebanyak empat kali.
Dokter spesialis mulai dari dokter anak, ICU, dan bedah plastik pun dilibatkan dalam proses penanganan medis Aldelia.
“Hasil perundingan dokter anak dan dokter bedah plastik, korban boleh dipulangkan dengan catatan kontrol ke poliklinik dan diajarkan cara merawat luka, pola makan, dan lainnya,” ujar Bestari.











![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)





