Kepsek Buka Suara Soal Insiden Terbakarnya Siswi Aldelia Rahma

- Kepala Sekolah SDN 10 Durian Jantung tidak mengetahui persis kejadian penyiraman Pertalite kepada Aldelia Rahma oleh teman satu kelar.
- Aldelia Rahma tewas karena luka bakar parah akibat disulut minyak pertalite saat gotong royong membakar sampah di area sekolah.
- Kepolisian Resor Kota Pariaman mulai menyelidiki kasus ini dan menemukan potensi kelalaian dari pihak sekolah.
Padang, IDN Times - Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 10 Durian Jantung, Kabupaten Padang Pariaman, Asmaniar, menyebut dirinya sama sekali tidak mengetahui persis seperti apa kejadian yang menimpa Aldelia Rahma (11), korban penyiraman Pertalite oleh teman satu kelar.
Menurut Asmaniar, ia sedang berada di ruang kerja saat kejadian. Aldelia Rahma diketahui tewas pada Selasa (21/52024) karena luka bakar parah akibat disulut minyak pertalite oleh temannya. Saat kejadian, siswa sekolah mengikuti gotong royong membakar sampah di area sekolah bagian belakang.
Meski sudah mendapatkan perawatan intensif di RSUP M Djamil Padang, namun kondisi Aldelia semakin menurun hingga di diagnosa mengidap gizi buruk, anemia, dan hipokalemia. Ia pun tak mampu bertahan lalu menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit itu.
“Jadi kami yang ada di sekolah di kantor cuman berdua. Pagi-pagi anak dan guru sudah masuk kelas. Setelah guru masuk kelas, jam olahraga (masuk) khusus kelas 4. Jam olahraga ini diambil inisiatif untuk memilih sampah,” kata Asmaniar, Sabtu (25/5/2024).
1. Inisiatif guru olahraga dan wali kelas

Asmaniar bilang, bersih-bersih sampah itu bukan bagian dari kegiatan gotong royong. Karena jika gotong-royong pasti melibatkan seluruh siswa. Saat itu hanya siswa kelas 4 saja yang mengikuti kegiatan.
Ia menilai, kegiatan bersih-bersih itu murni dari insiatif guru olahraga dan wali kelas tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kepala sekolah.
“Bukan suruhan saya. Inisiatif guru. Lebih lengkapnya (kronologi) langsung ke guru. Saya tidak berada di sana, takut salah bicara. Saya tidak ada menyuruh, kalau gotong royong tentu dari kelas 1 hingga kelas 6,” ujarnya.
2. Polisi dalami kasus kematian Aldelia

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Pariaman kini mulai menyelidiki kasus ini dan menemukan potensi kelalaian dari pihak sekolah. Penyelidikan dilakukan usai pihak keluarga korban membuat laporan terkait dengan peristiwa itu
"Kami menduga ada kelalaian dari pihak sekolah karena kurangnya pengawasan terhadap murid-murid saat kegiatan gotong royong. Kami akan selidiki lebih lanjut dan gelar perkara untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Kasat Reskrim Polres Kota Pariaman, Iptu Rinto Alwi.
3. Bakal tindak tegas

Rinto menegaskan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan menindak tegas jika terbukti ada kelalaian dari pihak sekolah.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami akan mendalami semua informasi dan bukti yang ada,"tutup Iptu Rinto Alwi.












![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)




