Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hasil Kajian, 10 Tahun Lagi Palembang Diprediksi Bisa Tenggelam

Hasil Kajian, 10 Tahun Lagi Palembang Diprediksi Bisa Tenggelam
Gerakan masyarakat Menolak Palembang Tenggelam (GMMPT) berdiskusi merumuskan solusi untuk Kota Palembang menghadapi permasalahan banjir (IDN Times/Rangga Erfizal)

Palembang, IDN Times - Sejumlah ahli dan tokoh masyarakat Palembang berkumpul membicarakan gagasan bagaimana mengantisipasi banjir di Kota Palembang, agar permasalahan tersebut tak berlarut dan berdampak buruk bagi masyarakat luas.

Dalam perbincangan tersebut, malah diprediksi 10 tahun mendatang banjir bisa menyebabkan wilayah Palembang tenggelam.

"Banjir yang terjadi di Bundaran HI (Hotel Indonesia) Jakarta pada 2014 lalu, dalam 10 tahun mendatang akan terjadi di Bundaran Air Mancur Palembang, bila tak diantisipasi dari sekarang. Ada dua hal yang haru dicermati terhadap Masalah banjir di Palembang, yakni pencegahan di wilayah hulu dan hilir sungai," ujar Dosen Teknik Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri), Edward Saleh, dalam diskusi Gerakan Masyarakat Menolak Palembang Tenggelam (GMMPT), Sabtu (22/2).

1. Selama ini pencegahan banjir hanya terpusat di hilir tidak menjangkau hulu

Diskusi merumuskan solusi banjir di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Diskusi merumuskan solusi banjir di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Edward mengungkapkan, memang Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang telah berupaya membangun drainase dan saluran air untuk menampung air. Hanya saja, masalah itu tidak hanya berasal dari air hujan. Penyebab lain banjir yang luput dari perhatian adalah naiknya air dari wilayah hulu.

"Wajar saja jika retensi dan pompa air tidak cukup untuk menampung air hujan. Saya menyarankan Pemkot Palembang tak hanya menormalisasi saja, tetapi ada pembangunan infrastruktur pencegah banjir," ungkap dia.

2. Tanah di Palembang merupakan sebagian tanah liat dan rawa

Pembangunan berbasis rawa harus ditegakkan lewat perda Rawa yang sudah ada (IDN Times/Rangga Erfizal)
Pembangunan berbasis rawa harus ditegakkan lewat perda Rawa yang sudah ada (IDN Times/Rangga Erfizal)

Edward menjelaskan, dari kajian yang sudah dilakukannya, ternyata tanah di Palembang ini sebagian tanah liat dan rawa. Air yang jatuh ke tanah akan sulit meresap, sehingga Pemkot Palembang diharapkan membangun teknologi powder.

"Kita harus dorong pembangunan berbasis rawa. Selama ini kan ada Peraturan daerah (Perda) No 13 Tahun 2003 tentang Pembinaan dan Retribusi Pengendalian Pemanfaatan Rawa, harusnya diinisiatifkan. Pemda harus menegakkan itu," jelas dia.

3. Pencegahan banjir Palembang bisa dilakukan lewat tiga elemen

Diskusi solusi banjir (IDN Times/Rangga Erfizal)
Diskusi solusi banjir (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Wijaya berpendapat, pencegahan banjir bisa dilakukan jika tiga elemen seperti masyarakat, pemerintah dan sistem budaya, dapat bersama-sama menentukan kebijakan. Ketiganya bisa merumuskan sebuah kajian yang lebih objektif bagi Pemkot Palembang untuk bersama mengatasi banjir.

"Sudah ada sembilan analisis yang sudah dirumuskan. Kita ingin ini nantinya bisa menjadi acuan agar Palembang tidak tenggelam. Saya contohkan, dahulu daerah Sungai Buah tidak pernah banjir. Namun, saat ini justru makin sering banjir, walau sudah ada kolam retensi," terang dia.

4. GMMPT segera serahkan hasil diskusi ke Wali Kota Palembang

inisiator GMMPT, Nana (IDN Times/Rangga Erfizal)
inisiator GMMPT, Nana (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara, inisiator GMMPT, Nana melanjutkan, gerakan ini memang muncul guna mengatasi banjir yang ada di Palembang. Terlebih mendorong masyarakat dan pemerintah untuk bersama mengatasi permasalahan menahun di Palembang.

Sembilan hal yang sudah dirumuskan GMMPT dan akan diserahkan langsung ke Wali Kota Palembang pada 25 Februari mendatang, sambung dia, adalah soal masifnya pembangunan resapan air tanah, kurangnya drainase, fasilitas konsentrasi kolam retensi, pemanfaatan sungai, ruang terbuka hijau, perbaikan infrastruktur, kebijakan ketat laju pembangunan, review izin bangunan dan gerakan menanam pohon.

"Pemerintah tidak sendiri, masyarakat juga akan berpartisipasi mengatasi banjir. Kita mengharapkan Palembang di masa datang menjadi lebih ramah, dan menjadi Palembang hijau," tandas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sidratul Muntaha
EditorSidratul Muntaha
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Mau ke Bangka, Cek Jadwal dan Info Tarif Penyeberangan 8 April

08 Apr 2026, 07:07 WIBNews