Curah Hujan di Muba Masih Tinggi, 10 Kecamatan Diimbau Waspada

- 10 kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin masih dilanda hujan deras disertai petir
- Tinggi muka air rata-rata 120 cm di atas jalan, merendam puluhan rumah warga
- BPBD menurunkan tim evakuasi dan fasilitas umum dibuka sebagai tempat penampungan sementara bagi pemudik dan warga terdampak
Musi Banyuasin, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan mencatat, 10 kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih dilanda hujan deras disertai petir dalam beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca di Kabupaten Muba saat ini masih berawan dan hujan ringan dengan suhu mencapai 29 derajat.
Beberapa kecamatan tersebut meliputi Sekayu, Lais, Sungai Keruh, Batang Hari Leko, Babat Toman, Bayung Lencir, Plakat Tinggi, Tungkal Jaya, Lawang Wetan dan Babat Supat. Sementara dari prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel juga melaporkan Kabupaten Muba masih terjadi curah hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.
1. Banjir setinggi 120 cm ini masih merendam puluhan rumah

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan Sudirman mengatakan, salah satu titik banjir terparah berada di Kecamatan Tungkal Jaya, dengan Tinggi Muka Air (TMA) saat ini rata-rata 120 cm di atas jalan.
"Banjir setinggi 120 cm ini masih merendam puluhan rumah warga. Setidaknya 60 Kepala Keluarga berikut rumahnya ikut terendam," ujarnya Rabu (9/4/2025).
Pihaknya mengimbau warga yang berada di Desa Peninggalan, Desa Pangkalan Tungkal, dan Suka Damai diminta waspada lantaran curah hujan masih berlangsung di wilayah tersebut. Diketahui banjir pertama kali berlangsung pada Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 01 WIB di Desa Peninggalan, Kecamatan Tungkal Jaya akibat luapan Sungai Tungkal dan Sungai Pangkalan Tungkal.
"Akibatnya sungai meluap dan menyebabkan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatra menjadi terendam. Arus lalu lintas terganggu, dan untuk saat ini jalan dibuat satu lajur dengan hanya kendaraan-kendaraan besar dapat melalui jalan tersebut," jelas Sudirman.
2. Sebagian warga masih bertahan di rumah panggung

Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Muba telah menurunkan tim untuk mengevakuasi warga yang terdampak. Serta dua unit perahu karet di Desa Peninggalan. Selain itu, satu unit tenda darurat untuk pengungsi juga sudah disiapkan di Desa Peninggalan.
"Warga Desa yang terdampak bencana banjir sebagian masih tetap bertahan di rumahnya masing-masing, karena warga desa sendiri memiliki rumah dengan model rumah panggung dan sebagian lagi mengungsi ketempat keluarga terdekat," terang Sudirman.
3. Kantor camat dijadikan tempat istirahat bagi pengendara

Sementara itu pihak Kecamatan Tungkal Jaya bergerak cepat dengan membuka berbagai fasilitas umum sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik maupun warga terdampak. Camat Tungkal Jaya, Yudi Suhendra, menjelaskan, aula kantor camat, mushola, dan lapangan parkir kini difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi pemudik yang kesulitan melanjutkan perjalanan akibat banjir.
"Kami ingin memastikan pemudik dan warga yang membutuhkan bisa beristirahat dengan aman dan nyaman. Sampai kondisi air surut dan jalan kembali normal," ungkapnya.
4. Dapur umum siaga salurkan makanan

Selain itu, dapur umum juga telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan warga. Tercatat sebanyak 800 bungkus nasi telah didistribusikan kepada masyarakat dan pengendara yang terdampak banjir.
"Bantuan dapur umum ini untuk sementara berasal dari gotong royong warga, pemerintah desa, dan para stakeholder yang turut peduli. Dapur umum dari Dinsos dan tenda darurat dari BPBD Muba kini telah didirikan untuk menampung para pengungsi dan pengendara," jelasnya.



















