ASN Pemprov Suspect COVID-19, Gugus Tugas: Tidak Ada Kewajiban WFH

Palembang, IDN Times - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatra Selatan (Sumsel), Yusri menyampaikan, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak mengharuskan sistem Work From Home (WFH) kembali diberlakukan.
Menurut Yusri, hal terpenting yang dilakukan oleh pihaknya saat ini adalah contact tracing, menemukan orang-orang yang pernah melakukan kontak fisik dengan terdunga positif COVID-19.
"Tidak ada kewajiban WFH, namun perlu penelusuran kontak tracing lebih ketat. Apalagi bagi karyawan yang kontak erat dengan pihak positif dan pernah berbicara kurang dari satu meter," ujarnya dalam konferensi virtual, Minggu (19/7/2020).
1. Orang yang pernah satu kendaraan wajib periksa kesehatan

Yusri menerangkan, selain pihak yang kontak erat dan tatap muka kurang dari satu meter, seseorang yang wajib melakukan uji pengecekan kesehatan adalah mereka yang pernah berpergian dan menaiki satu kendaraan, serta satu ruangan kerja dalam waktu lama.
"Lihat juga waktunya (orang yang pernah kontak erat) ada potensi tertular atau tidak. Pantau selama 2-14 hari sebelum orang (kontak erat) menimbulkan gejala," terang dia.
2. Penambahan kasus positif sebanyak 46 orang

Berdasarkan data yang diterima IDN Times, kasus penambahan positif hari ini mencapai 46 orang yang berasal dari Palembang, Lahat, Prabumulih, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan luar wilayah Sumsel.
"Dua orang masing-masing dari luar wilayah dan Lahat, 36 orang asal Palembang dan satu orang dari Prabumulih, Banyuasin dan OKI," kata dia.
Sedangkan pasien sembuh per Minggu, 19 Juli 2020, terdapat penambahan 15 orang dengan jumlah keseluruhan 1.413 orang. Rinciannya, masing-masing satu orang dari Musi Banyuasin dan Banyuasin. Kemudian 13 orang asal Muara Enim.
"Yang meninggal satu orang dari Ogan Komering Ulu (OKU) dengan jumlah keseluruhan 139 orang," timpalnya.
3. Gugus Tugas COVID-19 masih terus melakukan evaluasi

Yusri melanjutkan, pihaknya sekarang masih terus mengevaluasi kasus positif COVID-19 di Sumsel. Terlebih kondisi saat ini masyarakat yang terjangkit virus corona masih mengalami penambahan secara kumulatif.
"Walaupun kasus positif kadang naik atau turun, artinya evaluasi juga harus tetap tertib. Apalagi penerapan protokol kesehatan yang wajib berlangsung dengan baik," tandas dia.




















