Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

95 Orang Warga OKI Terjangkit ISPA Tiap Hari karena Kabut Asap

95 Orang Warga OKI Terjangkit ISPA Tiap Hari karena Kabut Asap
ilustrasi infeksi saluran napas (freepik.com/rawpixel.com)
Share Article

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), membuat sebagian orang terjangkit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Penderita ISPA di Kabupaten OKI tercatat 95 orang per hari dengan berbagai usia. Jumlah penderita ini berasal dari 18 Kecamatan di Kabupaten OKI

1. Penderita ISPA tinggi selama musim kemarau

Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro
Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro

Sub koordinator P2PM dari Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI, Musdarta mengatakan, jumlah penderita ISPA selama musim kemarau ini sedikit tinggi. Jumlah tersebut berasal dari puskesmas-puskesmas yang tersebar.

"Untuk kategori penderita juga bermacam-macam, mulai dari usia kurang 1 tahun, usia 1-5 tahun, dan di atas 5 tahun, termasuk di dalamnya adalah dewasa serta lansia," ujarnya, Senin (23/10/2023).

2. Penderita semakin meningkat pertengahan Oktober

Google Images
Google Images

Dari jumlah penderita harian yang terdata ini, kebanyakan usia kategori di atas 5 tahun yakni mencapai 76 kasus. Jumlah penderita ISPA ini terdata hingga 20 Oktober kemarin. 

"Jumlah penderita ISPA meningkat selama musim kemarau, khususnya mulai terjadi sejak Agustus hingga Oktober ini," bebernya.

Ia menambahkan, jumlah penderita ISPA sebanyak 136 orang. Angka ini terus meningkat mencapai 158 orang dan merupakan jumlah penderita harian. 

"Jumlah penderita harian Ispa pada 19 Oktober juga tinggi. Yakni mencapai 143 orang penderita, dan pada 18 Oktober tercatat 124 orang penderita saja," ungkapnya.

3. Masyarakat dianjurkan pakai masker di luar ruangan

Ilustrasi gangguan pernafasan atau ISPA. (infopublik.id)
Ilustrasi gangguan pernafasan atau ISPA. (infopublik.id)

Musdarta menegaskan, jumlah penderita ISLA tidak semuanya dirawat. Tetapi ada yang telah sembuh usai dirawat di Puskesmas. 

"Kita mengimbau kepada masyarakat agar memakai masker apabila keluar rumah atau hendak beraktivitas di luar, karena kabut asap masih ada terutama di pagi hari dan sore," tutupnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Yuliani
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi
Yuliani
EditorYuliani

Latest News Sumatera Selatan

See More

Waspada! Cuaca Ekstrem 6 Juni 2026 Potensi Terjadi di Sumsel

06 Jun 2026, 09:02 WIBNews