Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Impor Sumbar Meningkat 19,72 Persen, Terbanyak dari Malaysia

Impor Sumbar Meningkat 19,72 Persen, Terbanyak dari Malaysia
Ilustrasi aktivitas ekspor impor (unsplash.com/Andy Li)
Intinya Sih
  • Impor Sumbar naik 19,72% dibanding Desember 2024
  • Total impor Sumbar Januari 2025 sebesar 36,84 juta dolar AS
  • Nilai impor didominasi oleh bahan bakar mineral, ampas makanan, dan pupuk
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Padang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka impor Sumatra Barat pada Januari 2025 kembali mengalami peningkatan dibanding Desember 2024.

"Perkembangan impor Sumbar naik sebesar 19,72 persen dibanding Desember 2024 lalu," kata Kepala BPS Sumbar, Sugeng Aryadi dalam keterangan resminya.

Ia mengungkapkan, peningkatan nilai impor tersebut seiring dengan peningkatan impor pupuk dan ampas atau sisa industri makanan sejak awal tahun 2025 lalu.

1. Perkembangan impor Sumbar

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Sugeng mengungkapkan, jumlah impor Sumatra Barat sepanjang Januari 2025 tercatat sebesar 36,84 juta dolar AS.

"Pada Desember 2024, impor Sumatra Barat tercatat sebesar 30,77 juta dolas AS dan ini terjadi peningkatan," katanya.

Ia mengungkapkan, meskipun terjadi peningkatan secara month to month, tetapi secara year on year jumlah impor Sumbar masih menurun.

"Pada Januari 2024, impor Sumbar berada pada angka 37,04 juta dolar AS dan saat ini masih lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun lalu," katanya.

2. Impor tertinggi Sumbar menurut kelompok

ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)
ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)

Sugeng mengungkapkan, nilai impor Sumbar tersebut didukung oleh impor bahan bakar mineral sebesar 21,00 juta dolar AS.

"Untuk bahan bakar mineral ini angkanya cukup menurun dibanding Desember 2024 yang berada pada angka 23,26 juta dolar AS," katanya.

Menurutnya kenaikan impor Sumbar tersebut disebabkan oleh impor ampas atau sisa industri makanan yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Pada Desember 2024, impor kelompok ampas atau sisa industri makanan ini hanya sebesar 0,04 juta dolar AS. Tetapi, pada Januari 2025 terjadi peningkatan menjadi 9,68 juta dolar AS," katanya.

Kelompok lainnya yang juga mengalami peningkatan adalah pupuk yang pada Desember 2024 tidak ada tercatat impor pupuk. Tetapi, pada Januari 2025 impor pupuk mencapai 3,83 juta dolar AS.

3. Impor terbesar dari Malaysia

Ilustrasi aktivitas ekspor impor (unsplash.com/Andy Li)
Ilustrasi aktivitas ekspor impor (unsplash.com/Andy Li)

Berbeda dengan periode sebelumnya. Impor Sumatra Barat didominasi oleh impor dari Malaysia sebesar 21 juta dolar AS. Sementara pada Desember 2024, nilai impor dari negeri jiran hanya sebesar 7,2 juta dolar AS.

"Juga terjadi impor dari Brazil yang sebelumnya tidak ada menjadi 9,15 juta dolar AS pada Januari 2025," katanya.

Selain itu, impor dari Kanada yang tidak terjadi pada Desember 2024 juga tercatat sebesar 3,88 juta dolar AS pada Januari 2025.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More