Ekspor Sumbar Januari 2025 Turun 11,71 Persen, Terbesar Bangladesh

- Ekspor Sumatra Barat turun 11,72% pada Januari 2025 dibanding Desember 2024.
- Nilai ekspor Sumbar pada Januari 2025 sebesar 153,23 juta dolar AS, menurun dari 173,56 juta dolar AS pada Desember 2024.
- Golongan lemak dan minyak hewan/nabati masih menjadi ekspor tertinggi, diikuti karet dan barang dari karet serta bahan-bahan nabati.
Padang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kembali terjadi penurunan nilai ekspor Sumatra Barat pada Januari 2025 dibandingkan Desember 2024 lalu.
"Untuk angka ekspor masih terjadi penurunan pada awal tahun 2025 lalu. Tercatat penurunannya sebesar 11,72 persen dibanding Desember 2024," kata Kepala BPS Sumbar, Sugeng Aryadi.
Ia mengungkapkan, penurunan ekspor Sumbar sudah terjadi sejak November 2024 lalu dan saat ini masih terus terjadinya penurunan.
1. Angka ekspor Sumbar Januari 2025

Sugeng mengungkapkan, angka ekspor Sumatra Barat pada Januari 2025 tercatat sebesar 153,23 juta dolar AS dan menurun sebesar 11,72 persen dibanding Desember 2024.
"Pada Desember 2024 lalu, tercatat angka ekspor Sumbar sebesar 173,56 juta dolar AS," katanya.
Angka tersebut menurut Sugeng meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 silam. Pada Januari 2024, nilai ekspor Sumbar tercatat sebesar 133,80 juta dolar AS.
2. 3 golongan ekspor Sumbar tertinggi

Menurut Sugeng, untuk golongan ekspor Sumbar tertinggi pada Januari 2025 masih sama dengan nilai ekspor sebelumnya yang didominasi oleh golongan lemak dan minyak hewan/nabati.
"Untuk golongan lemak dan minyak hewan/nabati nilai ekspor Januari 2025 sebesar 116,60 juta dolar AS," katanya.
Selain itu, golongan karet dan barang dari karet nilai ekspornya tercatat sebanyak 9,81 juta dolar AS. Ketiga ada golongan bahan-bahan nabati dengan nilai ekspor sebesar 7,90 juta dolar AS.
3. Ekspor Sumbar terbesar dari Bangladesh

Sugeng mengungkapkan, ekspor Sumbar terbesar dari Bangladesh dengan nilai sebesar 31,25 juta dolar AS pada Januari 2025.
"Selanjutnya ada Myanmar dengan nilai ekspor sebesar 29,34 juta dolar AS dan Mesir sebesar 17,46 juta dolar AS," katanya.
Sementara, untuk India yang biasanya berada pada tiga besar negara dengan ekspor terbesar, saat ini berada pada peringkat keempat dengan nilai ekspor sebesar 16,42 juta dolar AS.

















