Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BNNP: Warga Sumbar Habiskan Uang Rp250 Miliar untuk Narkoba
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Sebanyak Rp250 miliar uang dibelanjakan untuk narkotika di Sumatra Barat dalam setahun
  • 65 ribu jiwa pengguna narkotika, 60% penyalahguna ganja dengan 390-an kilogram ganja kering masuk setiap bulan
  • 30% pengguna narkotika sabu-sabu dengan 19,8 kilogram masuk setiap bulan, total belanja mencapai Rp30 miliar
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatra Barat mencatat, sebanyak Rp250 miliar uang dibelanjakan masyarakat untuk membeli narkotika di Sumatra Barat dalam setahun.

"Dalam penelitian kami, pengguna narkotika di Sumatra Barat itu sekitar 65 ribu jiwa. Itu yang berada di permukaan, untuk yang berada di bawah permukaan belum diketahui," kata Kepala BNNP Sumbar, Ricky Yanuarfi saat diwawancarai, Selasa (24/12/2024).

Ia mengungkapkan, kebanyakan pengguna narkotika di Sumatra Barat merupakan pengguna narkotika jenis ganja.

1. 60 persennya penyalahguna ganja

Barang bukti narkoba jenis ganja kering yang diamankan tim BNNP Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Ricky mengungkapkan, dari 65 ribu masyarakat Sumatra Barat yang diperkirakan menggunakan narkotika tersebut, 60 persen diantaranya adalah penyalahguna ganja.

"Kami memperkirakan dari data tersebut sebanyak 390-an kilogram ganja kering masuk ke Sumatra Barat dalam satu bulan," katanya.

Menurutnya, jika harga satu kilogram ganja sebesar Rp1,5 juta, sekitar Rp585 juta uang dibelanjakan untuk membeli ganja selama satu bulan oleh masyarakat Sumatra Barat.

"Itu baru satu bulan, bagaimana dengan satu tahun. Miliaran rupiah uang dihamburkan untuk hal-hal yang tidak jelas seperti narkotika ini," katanya.

2. 30 persen pengguna sabu-sabu

Barang bukti yang diamankan Polda Sumbar dalam penggerebekan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Selain pengguna narkotika jenis ganja, ia memperkirakan untuk pengguna narkotika jenis sabu-sabu 30 persen dari 65 ribu masyarakat yang diperkirakan menggunakan narkotika.

"Untuk sabu-sabu ini, diperkirakan setiap satu orang itu menggunakan sekitar satu gram dalam sehari. Diperkirakan sebesar 19,8 kilogram sabu-sabu masuk ke Sumbar setiap bulan," katanya.

Menurutnya, dengan angka tersebut uang yang dihabiskan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu mencapai hampir Rp30 miliar rupiah.

"Jika harga satu kilogram sabu-sabu itu Rp1,5 miliar, maka sangat banyak uang yang dihabiskan untuk membeli barang yang merusak ini," katanya.

3. Belum sebanding dengan pengungkapan

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Ricky mengakui, pengungkapan yang dilakukan selama ini oleh BNNP, Polda, dan Polres jajaran masih belum sebanding dengan jumlah barang yang masuk ke Ranah Minang.

"Untuk pengungkapan narkotika jenis sabu-sabu memang masih jauh dari total perkiraan ini. Diperkirakan pengungkapan untuk jenis sabu-sabu dalam tahun 2024 ini sekitar lima kilogram jika dikumpulkan semuanya dari BNNP, Polda dan Polres sejajaran," katanya.

Sementara, untuk pengungkapan narkotika jenis ganja, menurut Ricky sudah jauh meningkat. Karena BNNP saja tercatat telah mengungkap dan mengamankan narkotika jenis ganja mencapai 700 kilogram lebih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article