Efisiensi Anggaran, Pemko Padang Belum Bahas Nominal Pemotongan

- Pemerintah Kota Padang belum menghitung anggaran yang akan diefisiensi 2025 sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
- Anggaran dinas akan dipotong sebanyak 50 persen, sebagai perintah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
- Pemko Padang juga akan memperhatikan penggunaan listrik dan pelaksanaan Work From Home (WFH) sesuai dengan perintah Presiden.
Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang belum menghitung anggaran yang akan diefisiensi 2025 sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Belum, untuk angka nanti akan kita hitung dulu. Kan baru kemarin perintah dari bapak Presiden," kata Pj Wali Kota Padang, Andree Algamar saat diwawancara pada Kamis (6/2/2025).
Ia mengatakan, akan melakukan pengkajian terlebih dahulu soal anggaran akan dipotong setahun ke depan.
1. Anggaran dinas dipotong 50 persen

Andree menjelaskan, hal yang pasti untuk dilaksanakan nantinya adalah terkait dengan anggaran dinas yang akan dipotong sebanyak 50 persen.
"Untuk yang lainnya saya tidak terlalu hafal, yang pasti anggaran dinas akan dipotong sebanyak 50 persen," katanya.
Menurutnya, pemotongan anggaran yang diperintahkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut merupakan hal yang baik untuk negara.
2. Nyalakan AC hanya saat dinas

Andree mengatakan, selain pengurangan anggaran tersebut, penggunaan listrik juga akan menjadi perhatian Pemko Padang nantinya.
"Untuk penggunaan AC boleh saja, tapi tidak dalam keadaan yang terlalu dingin pada 16. Mungkin pada posisi yang lebih hemat listrik," katanya.
Sementara, untuk pelaksanaan Work From Home (WFH) masih belum dipastikan dan masih akan dilakukan pengkajian terlebih dahulu.
3. Akan tegak lurus

Andree menyatakan, akan melaksanakan sesuai dengan perintah dari Prsiden.
"Kita akan tegak lurus. Seperti apa perintah dari atas, itu yang akan kita laksanakan di Pemko Padang ini," katanya.



















