Bupati Pessel Meradang, Dua Wanita Pemandu Karaoke Ditelanjangi

Pesisir Selatan, IDN Times - Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rusma Yul Anwar murka atas kasus persekusi dua wanita pemandu karaoke di kawasan pantai Pasia Putih, Kecamatan Lengayang oleh sekelompok warga pada Sabtu malam pekan lalu. Ia mengutuk keras tindakan warga yang tega menyeret, menelanjangi dan menceburkan dua wanita tersebut ke laut.
"Tidak manusiawi cara-cara seperti itu. Cara yang dilakukan tidak wajar," kata Rusma Yul Anwar, Kamis (13/4/2023).
1. Masih ada aparat hukum
Rusma Yul Anwar menegaskan, apabila kedua wanita tersebut melakukan pelanggaran hukum, seharusnya warga tidak melakukan tindakan seperti itu. Pasalnya, masih ada aparat hukum dan bisa diproses secara hukum. Bukan sebaliknya, melakukan tindakan yang tidak manusiawi.
Dia menilai, perbuatan sekelompok warga tersebut, sama sekali tidak bisa ditolerir. Untuk itu, Rusma meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus persekusi menimpa kedua wanita tersebut.
2. Ada juga ninik mamak
Selain pihak Kepolisian, menurut Rusma juga ada perangkat Ninik Mamak (pemuka adat) di nagari (desa). Warga, tidak punya wewenang untuk mengambil tindakan sendiri. Kembalikan ke kaum, Ninik mamak.
"Kami meminta kepolisian usut apa yang menjadi penyebab seperti yang diberitakan,"ujarnya.
3. Pelaku persekusi dicari
Kasatreskrim AKP Hendra Yose, menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan memberikan kepastian hukum terhadap kasus yang menimpa dua wanita tersebut. Penyelidikan katanya, penting dilakukan terlebih dahulu untuk mencari tahu siapa pelaku. Termasuk juga saksi-saksi, juga diperiksa
"Sudah diproses. Sudah atensi dan segera kami akan memberikan kepastian hukumnya. Untuk pemeriksaan awal di Polsek Lengayang. Kami lidik terlebih dahulu untuk mencari pelaku. Saksi-saksi kami periksa dulu," katanya.
Baca Juga: Kasus Persekusi Dua Wanita Pemandu Karaoke jadi Atensi Polisi