Pengamat Ekonomi Sumsel Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Emas di Palembang

- Harga emas Palembang naik hingga Rp1 juta per suku atau 6,7 gram dalam sepekan.
- Kenaikan harga emas secara global berdampak pada kenaikan harga logam mulia lainnya seperti perak.
- Kenaikan harga perak tidak akan melejit setinggi emas karena nilai perak memang tidak pernah lebih tinggi dibanding emas.
Palembang, IDN Times - Pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen di Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu mengatakan, kondisi ekonomi dunia yang tak stabil berdampak pada kenaikan harga emas.
"Ekonomi sekarang tidak ada kepastian, sehingga emas harganya naik terus," katanya, Selasa (27/1/2025).
1. Harga emas berpotensi berubah sewaktu-waktu

Diketahui, harga emas Palembang mengalami lonjakan signifikan. Bahkan dalam sepekan harga emas bisa naik hingga Rp1 juta per suku atau 6,7 gram untuk jenis perhiasan.
Terbaru, harga emas perhiasan Palembang tercatat di angka Rp16,4 juta sesuku. Harga itu bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada sentimen pasar.
2. Harga emas dan perak saling berkaitan

Rahayu menyampaikan, kenaikan harga emas yang terjadi serentak dan secara global dapat berdampak pada kenaikan harga logam mulia lainnya seperti perak.
Menurutnya, emas dan perak merupakan dua jenis logam mulia yang saling berkaitan. Jika salah satu mengalami kenaikan, maka akan turut memengaruhi harga logam mulia yang lain.
3. Harga perak lebih rendah dibanding emas

Namun kenaikan harga perak tidak akan melejit setinggi emas. "Perak merupakan logam mulia yang nilainya memang tidak pernah lebih tinggi dibanding emas. Umumnya, perak lebih banyak disimpan dalam bentuk perhiasan atau dilebur sebagai campuran emas dan logam lainnya," jelasnya.
Dia mengatakan, penyimpanan perak murni dalam bentuk batangan juga tidak terlalu familiar di masyarakat seperti halnya emas batangan, tapi kenaikan harga emas tetap akan memberikan pengaruh terhadap perak.

















