Rumah Dikepung Banjir, Bayi 1 Tahun di OKI Tewas Tenggelam

- Diduga korban tenggelam di dalam genangan air yang membanjiri rumah
- Saat itu korban tengah tertidur bersama neneknya
- Korban ditemukan dalam keadaan tenggelam di posisi tertelungkup di samping rumah
Ogan Komering Ilir, IDN Times -Musibah banjir yang merendam Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel sejak Minggu (25/1/2026) menimbulkan korban jiwa. Seorang balita berinisial M yang masih berusia 1 tahun dilaporkan tewas tenggelam saat banjir merendam rumahnya pada Senin (28/1/2026).
Bayi perempuan malang tersebut diketahui tinggal di rumah neneknya di Lorong III, RT 03, Kelurahan Kedaton. Diduga, korban yang baru belajar berjalan itu tenggelam di dalam genangan air yang membanjiri rumah mereka saat sang nenek pergi mengisi token listrik.
1. Saat itu korban tengah tertidur bersama neneknya

Kapolsek Kayuagung, AKP Aprizal, mengatakan, saat kejadian orangtua korban tidak ada di rumah mereka dan sedang berada di Kelurahan Tanjung Rancing mengambil barang. Saat itu korban tengah tertidur bersama neneknya.
"Namun, sekitar jam 7 malam suara alarm token berbunyi kemudian nenek korban pergi ke toko yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya untuk membeli token," ujarnya, Selasa (27/1/2026).
2. Korban ditemukan tenggelam tertelungkup di samping rumah

Ketika sang nenek kembali ke rumah, ia terkejut melihat cucunya sudah tidak ada lagi di tempat tidur. Sontak sang nenek meminta bantuan tetangga melakukan pencarian di sekitar rumah yang saat itu sedang kondisi banjir. Tak lama kemudian, kebetulan seorang saksi yang juga pamannya menemukan korban dalam keadaan tenggelam di posisi tertelungkup di samping rumah korban.
"Menurut keterangan saksi saat ditemukan kondisi korban masih bernafas dan bersama kerabatnya langsung bawa korban ke RSUD Kayuagung," ucapnya.
Sesampai di rumah sakit korban sempat mendapatkan perawatan dan tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka di RT 03, Kelurahan Tanjung Ranking dan langsung dimakamkan.
"Korban sudah dikebumikan di pemakaman keluarga Kelurahan tanjung Rancing, tidak jauh dari rumah nenek korban," jelas Kapolsek.
3. BPBD keluarkan peringatan darurat bagi seluruh warga di bantaran sungai

Sementara itu, Sekretaris BPBD OKI, Nova Triyussanto menyatakan penemuan korban dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat tanpa sempat melapor saat kejadian berlangsung.
"Korban langsung ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini tim kami sedang mengumpulkan kronologi lengkap dari pihak keluarga," jelasnya.
Atas tragedi ini, pihaknya langsung mengeluarkan peringatan darurat bagi seluruh warga di bantaran sungai dan area terdampak banjir. Nova menegaskan cuaca ekstrem dan kenaikan debit air harus direspons dengan kewaspadaan ganda, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
"Jangan biarkan anak-anak beraktivitas tanpa pengawasan di area banjir. Risiko terseret arus atau tenggelam sangat tinggi saat debit air meningkat seperti sekarang. Masyarakat juga harus bersiap menghadapi potensi banjir susulan dengan mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi," ungkap Nova.
















