Harga Ayam-Cabai di Palembang Merangkak Naik Jelang Ramadan 2026

- Harga ayam potong naik menjadi Rp35 ribu per kg, sementara harga kaki ayam dan ati ayam juga mengalami kenaikan.
- Harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Palembang mencapai Rp50-55 ribu per kg, sedangkan harga bawang putih mencapai Rp32 ribu per kg.
- Kenaikan harga komoditas dipengaruhi permintaan masyarakat, dengan upaya dari dinas perdagangan untuk menjaga stabilitas harga.
Palembang, IDN Times - Harga sembako di Palembang masih fluktuatif. Meski demikian, beberapa bahan pokok mulai merangkak naik jelang momen Ramadan 2026 yang bakal berlangsung Februari mendatang.
Berdasarkan pantauan IDN Times di Pasar Tradisional Induk Jakabaring, Selasa (27/1/2026), harga ayam potong ras dan komoditas perlahan mengalami kenaikan.
1. Ayam potong terkini Rp35 ribu per kg

Menurut pedagang ayam, Lia, harga ayam beberapa waktu lalu sempat turun di angka Rp32 ribu per kilogram (kg). Tetapi harga terkini, ayam potong ras kembali dijual Rp35 ribu per kg. "Sekarang ayam potong naik lagi," kata dia.
Selain ayam potong, harga kaki ayam atau ceker pun ikut naik, yakni dijual Rp20 ribu per kg, dari sebelumnya Rp15-18 ribu. Kemudian untuk ati ayam kini Rp15 ribu per kg.
2. Harga bawang di Palembang ikut naik
Tak hanya ayam potong, harga cabai pun mengalami kenaikan. Terpantau, harga yang biasanya dijual 30-40 ribuan per kg, sekarang dibanderol dengan harga Rp50-55 ribu per kg untuk cabai merah keriting dan cabai rawit merah.
Selain cabai dan ayam potong, harga bawang juga menunjukkan tren kenaikan. Bawang putih saat ini dijual Rp32 ribu per kg. Bawang merah Brebes berada Rp34 ribu per kg, bawang merah biasa Rp30 ribu per kg dan bawang bombai Rp30 per kg.
3. Permintaan masyarakat memengaruhi kenaikan harga komoditas

Menurut Kepala Bidang Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani, kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan, seperti cabai, bawang, dan ayam potong, dipengaruhi permintaan masyarakat.
Upaya menjaga harga tersebut tetap stabil dan tak bergerak naik signifikan, dinas perdagangan konsisten melakukan kegiatan monitoring rutin di sejumlah pasar, seperti Pasar Km 5, 10 Ulu, 16 Ilir, Lemabang, dan Pasar Soak Batu. "Memang terdapat beberapa komoditas diprediksi akan mengalami fluktuasi harga akibat tingginya permintaan dan faktor cuaca," jelasnya.

















