Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dikritik ke Lampung saat Asap Tebal, Herman Deru: Saya Jenguk Kakak

Kota Palembang
3 min read
Dikritik ke Lampung saat Asap Tebal, Herman Deru: Saya Jenguk Kakak
Gubernur Sumsel Herman deru menemui massa Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru membantah ke Lampung untuk berlibur; ia menyebut agenda kerja berubah setelah menerima kabar kakak kandungnya dalam kondisi kritis.

  • Herman juga menjelaskan istrinya menghadiri Kriyanusa di Jakarta sebagai agenda nasional promosi kerajinan dan budaya daerah, di tengah sorotan kabut asap Sumsel.

  • Pemerintah Sumsel disebut tetap menangani karhutla dan dampak ISPA melalui pos pelayanan, pengerahan BPBD, serta penanganan kebakaran hingga malam di sejumlah lokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru angkat bicara terkait kritik masyarakat terhadap kepergiannya ke Lampung saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Kritik itu muncul setelah Herman Deru terlihat berada di Lampung bersama Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki. Keduanya bahkan sempat tertangkap kamera saat mencicipi kuliner sambal seruit khas Lampung.

Herman Deru menegaskan keberadaannya di Lampung bukan untuk berlibur, melainkan karena agenda mendadak akibat kabar buruk dari pihak keluarga. Deru menyebut kakak kandungnya saat itu sedang kritis.

"Saya harus (pergi) mendadak karena kakak saya kritis. Saya ke Seruit ini kakak kandung saya," ujar Herman Deru, Senin (5/10/2026).

  1. 1. Sedang agenda kerja dengan dua bupati

    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla
    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Deru menjelaskan, sebelum keberangkatannya ke Lampung, dirinya tengah dalam agenda kerja bersama Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar serta Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi dalam pembahasan akses keluar tol yang berada di perbatasan Lampung. Namun, rencana tersebut berubah setelah dirinya mendapat kabar bahwa kondisi kakaknya memburuk.

    "Saya ke sana bukan holiday, tapi acara dengan Pak Panca groundbreaking jembatan. Lantas saya dan Muchendi menentukan exit tol dekat Lampung. Saya dapat kabar kakak kritis," katanya.

    Herman Deru menyebut dirinya tidak mempersoalkan kritik yang muncul setelah fotonya bersama Muchendi beredar. Menurut dia, masyarakat hanya melihat sebagian kecil dari rangkaian kejadian yang sebenarnya.

    "Saya tidak marah, karena mereka melihat sepotong saja," katanya.

  2. 2. Jelaskan soal kegiatan istri di Jakarta

    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla
    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Sementara itu, Herman Deru juga menjelaskan kehadiran istrinya, Febrita Lustia, dalam kegiatan Kriyanusa di Jakarta yang turut mendapat sorotan karena berlangsung ketika kabut asap menebal di Sumsel. Menurut Herman, Kriyanusa merupakan agenda nasional yang berkaitan dengan promosi produk kerajinan dan budaya daerah.

    "Kriya Nusa itu agenda nasional yang diperuntukkan untuk pemkab, pemkot. Ketuanya para istri kepala daerah dan diberikan space untuk menjelaskan, memasarkan produk tradisional dan budaya daerah masing-masing," jelasnya.

  3. 3. Tegaskan pemerintah tetap tangani karhutla

    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla
    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Di tengah kritik tersebut, Herman Deru memastikan penanganan dampak karhutla dan kabut asap tetap berjalan. Salah satunya adalah menyiapkan pos pelayanan di sejumlah titik dengan konsentrasi penduduk tinggi untuk menangani warga yang terdampak ISPA.

    "ISPA ini free, penanganan karhutla. Untuk melengkapi itu, di simpul-simpul tempat penduduk terbanyak kita pasangi pos," katanya.

    Ia juga menyebut penanganan karhutla masih dilakukan hingga malam hari. Salah satunya, saat terjadi kebakaran di kawasan perbatasan Talang Jambe semalam.

    "Semalam terjadi di perbatasan Talang Jambe. Saya dan wali kota sampai tengah malam. BPBD Sumsel mengirim (personel)," ujarnya.

    Herman menegaskan dirinya tidak terganggu oleh kritik masyarakat selama pemerintah tetap menjalankan tanggung jawab menangani karhutla dan dampaknya.

    "Saya tidak tersinggung dengan yang begini-begini. Kita ini berjalan karena tanggung jawab," katanya.

    Menurut dia, kondisi Sumsel yang memiliki kawasan gambut luas membuat daerah tersebut memiliki potensi sumber daya alam sekaligus risiko kebakaran ketika memasuki musim panas.

    "Kita kelebihan gambut, banyak ikan, tapi juga banyak risikonya kalau musim panas," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More