5 Kue Khas Palembang yang Legendaris, Ada Manan Sahmin dari Era Kesultanan

- Palembang dikenal memiliki beragam kue tradisional selain pempek, seperti dadar jiwo, engkak, bluder, manan sahmin, dan kue kojo yang masih digemari hingga kini.
- Mardho Tilla, pemilik toko oleh-oleh Palembang Harum, menyebutkan bahwa kue-kue khas ini tetap diminati masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Palembang.
- Setiap kue memiliki ciri unik: dadar jiwo gurih berwarna kuning, engkak lembut dengan tiga varian rasa, bluder hasil akulturasi Belanda, serta manan sahmin warisan era Kesultanan.
Palembang, IDN Times - Palembang tidak hanya dikenal dengan pempek dan pindang sebagai kuliner andalannya. Kota yang dijuluki Bumi Sriwijaya ini juga memiliki beragam kue tradisional yang tak kalah menggugah selera.
Berbagai kudapan khas Palembang menawarkan cita rasa gurih dan manis dengan tekstur yang beragam. Mulai dari dadar jiwo, engkak, bluder, hingga manan sahmin dan kue kojo, semuanya menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang masih digemari hingga sekarang.
Owner toko oleh-oleh Palembang Harum, Mardho Tilla, mengatakan kue-kue tradisional tersebut masih banyak dicari masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Palembang.
Berikut beberapa jenis kue khas Palembang yang bisa ditemukan di toko oleh-oleh Palembang Harum di Jalan Merdeka.
1. Dadar jiwo, kue gulung berwarna kuning dengan cita rasa gurih

Salah satu kue tradisional Palembang yang cukup menarik perhatian adalah dadar jiwo. Kue ini memiliki tampilan khas berupa gulungan berwarna kuning cerah yang terlihat menggugah selera.
Dadar jiwo dibuat dari adonan tepung terigu, telur, dan santan. Bagian atasnya biasanya diberi taburan cabai dan bawang goreng yang menambah cita rasa gurih.
“Dadar jiwo berbentuk gulungan kuning dengan ciri khas taburan di atasnya. Warna kuningnya biasanya berasal dari kunyit atau pewarna makanan, tergantung cara pengolahannya,” kata Mardho.
Adonan dadar jiwo juga biasanya diisi dengan berbagai isian seperti abon atau pepaya sebelum digulung.
2. Kue engkak, teksturnya lembut dengan tiga varian rasa

Kue engkak juga menjadi salah satu kudapan khas Palembang yang banyak diminati. Di Palembang Harum, kue ini tersedia dalam tiga varian ,yaitu engkak medok, engkak kecut, dan engkak ketan.
Kue engkak dibuat dari campuran tepung terigu, telur, mentega, dan gula yang diadon kemudian dipanggang dalam loyang menggunakan oven.
“Karakter kue engkak ini terlihat gemuk, tapi ketika digigit teksturnya terasa lembut. Engkak medok artinya engkak yang mengembang, sedangkan engkak kecut bentuknya sedikit mengecil saat matang,” jelasnya.
Sementara itu, engkak ketan memiliki tambahan parutan kelapa yang memberikan rasa gurih khas.
3. Bluder, kue tempo dulu dari akulturasi Belanda

Bluder termasuk salah satu kue khas Palembang yang memiliki sejarah panjang. Kudapan ini merupakan hasil akulturasi budaya kuliner pada masa kolonial Belanda.
Kue bluder dibuat dari bahan dasar tepung terigu dan memiliki bentuk bulat dengan tekstur lembut namun cukup padat. Rasanya manis dengan aroma khas yang membuatnya sering disebut sebagai kue tempo dulu.
“Awalnya bluder merupakan santapan orang Belanda. Di Palembang kemudian ditambahkan santan sehingga rasanya lebih khas dan teksturnya sedikit lebih padat,” kata Mardho.
Kue ini biasanya dijual dengan harga sekitar Rp2 ribu hingga Rp4 ribu per buah.
4. Manan sahmin, kue bangsawan dari era Kesultanan Palembang

Salah satu kue tradisional yang memiliki nilai sejarah adalah manan sahmin. Menurut cerita, kue ini sudah ada sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam dan namanya berasal dari bahasa Arab.
Pada masa lalu, manan sahmin dikenal sebagai kudapan istimewa yang hanya disajikan untuk kalangan bangsawan. Namun kini kue tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat umum.
Kue manan sahmin dibuat dari ubi jalar yang diadon bersama susu sehingga menghasilkan tekstur lembut dengan warna kuning khas. Ciri khas lainnya adalah tambahan kismis di bagian tengah kue.
Selain manan sahmin, ada juga kue kojo yang sering dianggap sebagai “kembarannya”. Perbedaannya terletak pada warna dan rasa. Kue kojo berwarna hijau dengan cita rasa manis.
“Kue manan sahmin dan kue kojo biasanya tersedia dalam ukuran loyang besar maupun ukuran mini. Keduanya masih banyak dicari sebagai makanan tradisional Palembang,” pungkas Mardho.


















