Sriwijaya FC (IDN Times/Dok. Media Officer SFC)
Terpisah, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi menegaskan, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak dapat memberikan bantuan keuangan spontan terhadap Sriwijaya FC.
Apalagi kata dia, krisis finansial Sriwijaya FC karena masalah gaji pemain yang menunggak selama dua bulan, bahkan jalan tiga bulan jika tanggal 14 Desember ini gaji dibayarkan.
Belum lagi, SFC terancam kalah WO jika para pemain tidak mau melakoni laga melawan PSPS Pekanbaru. Elen mengatakan, Sriwijaya FC bukan merupakan OPD dari Provinsi Sumsel.
"Inikan ormas yang harus di dukung sama-sama," katanya.
Pemprov Sumsel tidak bisa mengambil keputusan finansial secara spontan, untuk menyelesaikan masalah SFC. Karena harus ada regulasi yang jelas dibalik keputusan tersebut.
"Kita tidak bisa spontan, kalau OPD bisa dimasukkan anggarannya. Kalau harus diberikan bantuan finansial dari pemerintah kata Elen, maka bentuknya hibah, dan dukungan tempat di Jakabaring Sport City (JSC). Tetap kita dukung, tetapi kalau bantuan yang lain (finansial), harus ada regulasinya," ujar Elen.
Sebelumnya sekitar 1,5 bulan belakang, suporter dan manajemen Sriwijaya FC juga sudah menemui Pemprov dan tatap muka bersama Elen Setiadi, namun pertemuan itu hanya membahas teknikal.
"Ini urusan perusahaan, dan pemerintah provinsi tidak bisa masuk kesitu (bantuan dana)," jelas dia.