Fakta Terkini Semen Padang FC Degradasi: Turun Kasta ke Liga 2

- Semen Padang FC resmi terdegradasi ke Liga 2 musim 2026/2027 setelah gagal bersaing di Liga Super Indonesia dan menutup musim dengan kekalahan dari Dewa United.
- Manajemen Semen Padang FC melakukan tiga kali pergantian pelatih sepanjang musim, namun perubahan tersebut tidak mampu mengangkat performa tim dari zona degradasi.
- Gonta-ganti pemain asing serta rekor delapan laga tanpa kemenangan membuat Semen Padang FC mencatat hasil terburuk dan harus menerima nasib turun kasta.
Padang, IDN Times - Semen Padang FC telah resmi turun kasta pada musim 2026/2027 mendatang. Tim kebanggaan warga Sumatra Barat itu terpaksa mengarungi Liga 2 musim depan setelah tidak mampu bersaing di Liga Super Indonesia musim 2025/2026.
Meskipun begitu, Semen Padang FC telah mencoba berbagai peruntungan sebelum benar-benar terdegradasi usai kalah dari Dewa United pada pekan ke-30 lalu. Tapi, upaya yang telah dilakukan tersebut bukannya membuat tim berjulukan Kabau Sirah itu semakin bangkit, malah semakin terpuruk di zona degradasi.
1. Semen Padang dua kali ganti pelatih

Pelatih Eduardo Almeida, yang telah berjuang membuat Semen Padang FC tetap bertahan di Liga Super Indonesia musim 2025/2026, terpaksa hengkang setelah membawa beberapa pemain asing asal Portugal yang pernah bermain di Liga Portugal.
Ia dipecat setelah mendapatkan hasil buruk dalam lima pertandingan pada putaran pertama. Manajemen Semen Padang FC akhirnya memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan pelatih asal Portugal tersebut.
Eduardo Almeida digantikan oleh Dejan Antonic yang datang dengan semangat membara untuk bisa menyelamatkan Semen Padang FC dari zona degradasi. Tapi upayanya terhenti usai mendapatkan hasil buruk dalam beberapa pertandingan yang dilaluinya.
Manajemen Semen Padang FC kembali mengganti sang pelatih yang telah halang melintang di kompetisi sepak bola tanah air sejak belasan tahun silam. Dejan digantikan oleh Imran Nahumarury yang datang dengan semangat berkobar.
Pada laga pertama menghadapi PSBS Biak, Imran mendapatkan hasil yang baik. Kemenangan 2-0 dari sang tuan rumah ternyata merupakan kemenangan terakhir Semen Padang FC pada kompetisi tersebut.
Pada pekan mendatang, Semen Padang FC akan menjalani laga terakhirnya untuk menantang Persija Jakarta dan menyelesaikan musim yang sangat berat kali ini.
2. Gonta-ganti susunan pemain
Pada awal musim 2025/2026, Semen Padang FC dipenuhi pemain asing asal Portugal atau yang pernah bermain di Liga 2 Portugal. Mereka direkrut oleh Eduardo Almeida yang menangani Kabau Sirah sejak pertengahan musim 2024/2025.
Kebanyakan pemain yang direkrut pada pertengahan musim 2024/2025 kontraknya diperpanjang dan ditambahkan beberapa nama baru seperti Angelo Menesses, Rui Rampa dan Pedro Matos.
Tapi beberapa pemain racikan Eduardo Almeida itu langsung didepak pada pertengahan musim saat sang pelatih sudah tidak menangani tim itu lagi.
Felipe Chaby, Rui Rampa, Bruno Gomes, Cornelius Stewart dan Pedro Matos didepak dan diganti dengan beberapa nama baru seperti Guillermo, Kazaki Nakagawa, Diego Mauricio, Maicon Dasilva hingga Jaime Giraldo.
Nyatanya, pemain baru yang dibawa Dejan Antonic tersebut tetap tidak mampu menciptakan gol demi gol untuk kemenangan Semen Padang FC hingga harus terdampar di liga kasta kedua.
3. Rekor kekalahan beruntun

Sepanjang Liga Super Indonesia musim 2025/2026, Semen Padang FC menjadi tim yang memecahkan rekor kekalahan terbanyak dibandingkan dengan tim lainnya yang bermain di liga kasta tertinggi Indonesia itu.
Tercatat, Semen Padang FC tidak pernah menang dalam 8 pertandingan berturut-turut. Tidak hanya itu, dalam 8 pertandingan itu, pemain Semen Padang FC bahkan tidak mampu menciptakan satu pun gol ke gawang lawan.
Satu-satunya gol yang tercipta dalam 8 laga terakhir itu saat Semen Padang FC menantang Persis Solo, dan gol tersebut merupakan gol bunuh diri yang diciptakan oleh pemain Persis Solo sendiri.
Dengan hasil buruk tersebut, tim yang bermarkas di Indarung itu harus berlapang dada untuk mengarungi Liga 2 pada musim depan dan berusaha untuk mendapatkan posisi agar bisa promosi kembali ke Liga Super Indonesia.














