Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nelangsa Sriwijaya FC: Manajemen Pasrah, Suporter Marah, Pemda Ogah

Pertemuan manajemen dan suporter Sriwijaya FC di Kantor Seketariat (IDN Times
Pertemuan manajemen dan suporter Sriwijaya FC di Kantor Seketariat (IDN Times
Intinya sih...
  • SFC menghadapi krisis finansial dan ancaman degradasi Liga 2 musim 2024/2025.
  • Suporter menuntut manajemen untuk memperbaiki kondisi klub, termasuk membayar gaji pemain yang tertunggak.
  • Manajemen Sriwijaya FC siap menyerahkan tanggung jawab jika gubernur Sumsel terpilih bisa mengelola klub, dan mencari sponsor baru.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Nama besar Sriwijaya FC (SFC) makin luntur di tengah krisis finansial dan ancaman degradasi Liga 2 musim 2024/2025. Klub legendaris asal Sumatra Selatan (Sumsel) peraih double winner ini makin terperosok, jelang laga sisa kontra PSPS Pekanbaru 14 Desember mendatang.

Kisruh pemain yang menyatakan mogok berlaga, suporter menuntut manajemen Sriwijaya FC mundur, ketidaksanggupan pengelola membayar gaji, hingga respons pemerintah daerah (pemda) yang seolah mengabaikan klub menjadi rentetan panjang persoalan internal yang dihadapi tim.

1. Suporter minta manajemen Sriwijaya FC mundur

Sriwijaya FC vs PSKC Cimahi di Stadion Jalak Harupat Bandung (Dok. Media Officer untuk IDN Times)
Sriwijaya FC vs PSKC Cimahi di Stadion Jalak Harupat Bandung (Dok. Media Officer untuk IDN Times)

Khawatir permasalahan Sriwijaya FC tak ada penyelesaian dan takut tim makin terpuruk, elemen suporter Laskar Wong Kito menuntut manajemen untuk segera memperbaiki kondisi klub.

Pendukung tim sepak bola Sumsel ini meminta manajemen evaluasi dan membayarkan gaji pemain dengan menggelar aksi di Kantor sekretariat Sriwijaya FC Komplek Ruko PS Mall Palembang, Rabu (11/12/2024).

Suporter terang-terangan meminta pertanggungjawaban pengelola agar SFC bisa bangkit. Pengelola klub PT Digi Sport Asia dituntut mundur oleh tiga kelompok pendukung Sriwijaya FC-- Singa Mania, Sriwijaya Mania dan Ultras Palembang--yang menilai manajemen abai dalam tugas mereka.

Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi mewakili tiga kelompok suporter Sriwijaya FC mengatakan, gelaran aksi mereka berlandaskan dari aksi boikot 27 pemain yang akan mogok berlaga kontra PSPS Pekanbaru di Stadion GSJ Palembang, Sabtu (14/12/2024) mendatang.

"Persoalan tanggal 14, yakni masalah hak-hak pemain yang belum dibayar dua bulan. Pertama tuntutan pemain adalah di tanggal 14 ini pihak manajemen, terkhusus Digi Sport, tidak lagi untuk ngurus Sriwijaya FC. Di tanggal 14 akan ada manajemen baru," kata dia, saat orasi di Kantor Seketariat Sriwijaya FC.

2. Qusoi sebut Gubernur Sumsel terpilih bakal mengurus klub

Suporter Sriwijaya FC Qusoi (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Suporter Sriwijaya FC Qusoi (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Mendapatkan kesempatan bertemu langsung manajemen Sriwijaya FC di kantor seketariat, Qusoi dan suporter lain menyampaikan bahwa klub bisa kembali berjaya jika Digi Asia menyerahkan kepemilikan SFC ke gubernur Sumsel terpilih.

"Insyaallah Sriwijaya FC kedepannya akan diurus oleh HDCU (Herman Deru dan Cik Ujang) gubernur Sumsel terpilih," jelas dia.

Qusoi menyebut, usai berdiskusi dengan Digi Asia, dia bersama Ketum Sriwijaya Mania (S-MAN) Eddy Ismail dan Ketua Harian Singa Mania Muhammad Rocky, bisa membujuk pemain untuk bertanding menjamu PSPS di Palembang Sabtu nanti.

"Jadi ini masa transisi, kita tugaskan Eddy dan Rocky untuk ngoloki (membujuk) pemain kita untuk main tanggal 14 nanti," kata Qusoi.

Selain bentuk aksi damai, Rocky juga akan membahas dan berkumpul bersama sesepuh Singa Mania yang terdiri dari ketua-ketua sebelumnya, untuk melakukan kegiatan penggalangan dana bertajuk #SaveSFC.

3. Suporter Sriwijaya FC sebut manajemen mau serahkan kepengurusan ke pihak lain

Suporter Sriwijaya FC datang ke seketariat manajemen (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Suporter Sriwijaya FC datang ke seketariat manajemen (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Hasil pertemuan suporter dan manajemen mendapati titik terang, jika Sriwijaya FC bisa bangkit dari ancaman degradasi asal pemain tidak melakukan boikot. Kemudian manajemen juga legowo, apabila ada sponsor lain yang bisa mendukung Sriwijaya FC.

Digi Asia pun siap menyerahkan tanggung jawab dari pengelolaan Sriwijaya FC jika memang gubernur Sumsel terpilih bisa mengelola klub. Pertemuan antara suporter dan manajemen akan berlanjut Jumat (13/12/2024) nanti, untuk menghasilkan keputusan siapa yang akhirnya mengurus Sriwijaya FC.

"Intinya Digi Sport mau untuk diganti ke depan, namun pada Jumat nanti owner dari Digi Sport dan tim gubernur terpilih (calon manajemen yang baru) akan berdiskusi kembali untuk kedepannya," kata Qusoi di sela pertemuan suporter dan manajemen.

Qusoi berharap, permasalahan Sriwijaya FC bisa rampung sebelum laga melawan PSPS Pekanbaru.

"Apabila kita tidak main, kita akan WO. Apabila Sriwijaya FC mundur dari Liga 2, maka akan otomatis degradasi," kata Qusoi.

4. Tangan terbuka manajemen Sriwijaya FC jika ada yang bisa bantu klub

Sriwijaya FC latihan di Stadion GSJ Palembang (IDN Times/Media Officer SFC)
Sriwijaya FC latihan di Stadion GSJ Palembang (IDN Times/Media Officer SFC)

Menanggapi aksi dari para suporter Sriwijaya FC, Manajer tim Ajie Syahrial Bastari didampingi Asisten Manajer Muhammad Ali dan Tim Advokasi SFC Benny menyampaikan kejelasan masalah dan titik utama persoalan yang sedang dihadapi klub.

"Memang selama ini terkendala dana, dan ini akan melaporkan ke owner (PT Digi Asia). Saya di sini (Palembang) hanya sebagai perpanjangan atasan (owner)," jelasnya.

Aji menambahkan, jika ada yang ingin mengurus Sriwijaya FC, Digi Asia merasa sangat terbantu. Pernyataan Aji ini berdasarkan hasil pembicaraan manajemen dan suporter. Sebelumnya, Qusoi menyebut pihak manager siap untuk melepas jabatan, apabila ada yang bisa membantu SFC.

"Kalau memang ada yang mau membantu Sriwijaya FC, saya sangat senang, tapi saya akan konfirmasi dulu dengan owner," kata Ajie.

Dia melanjutkan, kalau sudah ada jalan keluar Digi Asia siap menerima tuntutan suporter untuk mundur dari kepengurusan.

"Kami harapkan Sriwijaya FC tetap ada, jalan apapun akan kita tempuh agar Sriwijaya FC tetap berjaya," lanjutnya.

5. Pj Gubernur Sumsel tegaskan pemprov tidak bisa mendanai Sriwijaya FC

Sriwijaya FC (IDN Times/Dok. Media Officer SFC)
Sriwijaya FC (IDN Times/Dok. Media Officer SFC)

Terpisah, Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi menegaskan, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak dapat memberikan bantuan keuangan spontan terhadap Sriwijaya FC.

Apalagi kata dia, krisis finansial Sriwijaya FC karena masalah gaji pemain yang menunggak selama dua bulan, bahkan jalan tiga bulan jika tanggal 14 Desember ini gaji dibayarkan.

Belum lagi, SFC terancam kalah WO jika para pemain tidak mau melakoni laga melawan PSPS Pekanbaru. Elen mengatakan, Sriwijaya FC bukan merupakan OPD dari Provinsi Sumsel.

"Inikan ormas yang harus di dukung sama-sama," katanya.

Pemprov Sumsel tidak bisa mengambil keputusan finansial secara spontan, untuk menyelesaikan masalah SFC. Karena harus ada regulasi yang jelas dibalik keputusan tersebut.

"Kita tidak bisa spontan, kalau OPD bisa dimasukkan anggarannya. Kalau harus diberikan bantuan finansial dari pemerintah kata Elen, maka bentuknya hibah, dan dukungan tempat di Jakabaring Sport City (JSC). Tetap kita dukung, tetapi kalau bantuan yang lain (finansial), harus ada regulasinya," ujar Elen.

Sebelumnya sekitar 1,5 bulan belakang, suporter dan manajemen Sriwijaya FC juga sudah menemui Pemprov dan tatap muka bersama Elen Setiadi, namun pertemuan itu hanya membahas teknikal.

"Ini urusan perusahaan, dan pemerintah provinsi tidak bisa masuk kesitu (bantuan dana)," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest Sport Sumatera Selatan

See More

Lengkapi Skuad di Putaran Kedua, Semen Padang FC Rekrut Rendy Oscario

16 Jan 2026, 11:44 WIBSport