Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wali Murid Keluhkan Sistem PJJ, Ratu Dewa: Tatap Muka Tunggu ISPU Baik
Ilustrasi kegiatan belajar PJJ. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Wali murid di Palembang, terutama yang bekerja, mengeluhkan PJJ karena pendampingan belajar daring dinilai menyulitkan dan pembelajaran kurang efektif, meski melindungi anak dari kabut asap.

  • Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan penghentian PJJ dan kembalinya tatap muka bergantung pada perbaikan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang saat ini belum baik.

  • Pemkot Palembang akan memantau dan mengevaluasi ISPU serta kasus ISPA setiap hari; sekolah baru dipertimbangkan untuk dibuka saat kondisi udara stabil dan aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orangtua di Palembang merasa repot karena anak belajar dari rumah. Mereka yang bekerja susah menemani anak belajar. Ratu Dewa bilang sekolah belum boleh tatap muka karena udara masih tidak baik akibat asap. Pemerintah kota akan melihat angka udara dan anak yang sakit napas setiap hari. Kalau sudah aman, anak-anak bisa belajar di sekolah lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan PJJ bagi orangtua pekerja, kebijakan Palembang menunjukkan perhatian pada keselamatan siswa dari dampak kabut asap. Pemerintah kota juga tidak menempatkan PJJ sebagai langkah tanpa batas, melainkan memantau ISPU dan kasus ISPA setiap hari agar pembelajaran tatap muka dapat dipertimbangkan kembali ketika kondisi benar-benar stabil dan aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sejumlah wali murid dan orang tua siswa di Palembang mulai mengeluhkan sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Apalagi bagi mereka yang merupakan orang tua pekerja. Sebab, dengan adanya PJJ, mereka cukup kewalahan untuk mendampingi anak belajar secara online alias dalam jaringan (daring).

"Sebenarnya ada dua sisi PJJ ini, dari sisi kesehatan, baik karena anak bisa terjaga dari kabut asap. Tapi dari sisi pembelajaran, jadi tidak efektif. Apalagi kami yang bekerja ini, repotnya jadi double. Kira-kira sampai kapan ya? (PJJ berakhir)," ujar Leo, salah satu orang tua siswa SD di Jakabaring Palembang, Jumat (11/9/2026).

1. Setop PJJ tunggu kualitas udara membaik

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa penerapan PJJ bisa saja berakhir dengan segera. Namun, katanya, pemberhentian sistem PJJ harus melihat dan menyesuaikan indikator kualitas udara.

"Jadi untuk tatap muka, setop PJJ tergantung pada angka ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara). Saat ini belum baik-baik saja," jelasnya.

2. PJJ akan dilakukan dengan evaluasi

Ilustrasi suasana kelas saat PJJ. (IDN Times/Larasati Rey)

Dewa memastikan, kebijakan PJJ bukan berarti sekolah akan ditutup tanpa batas waktu. Pemkot Palembang akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Jika ISPU mulai stabil, kualitas udara membaik, serta kasus ISPA terkendali, kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka akan kembali dipertimbangkan.

"Jadi, bukan berarti PJJ ini akan terus dilakukan tanpa evaluasi. Kita akan melihat perkembangan setiap hari," kata dia.

3. Pemkot pantau angka ISPU dan ISPA

Ilustrasi sejumlah siswa-siswi mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring. (IDN Times/Bagus F)

Lebih lanjut, ia menyampaikan Pemkot Palembang tidak ingin mengambil risiko dengan membuka kembali sekolah apabila kondisi udara belum aman dan belum membaik.

"Prinsip kita sederhana, keselamatan anak-anak nomor satu. Kita akan terus memantau ISPU dan ISPA. Kalau keduanya sudah menunjukkan kondisi yang stabil dan aman, baru kita evaluasi untuk kembali ke pembelajaran tatap muka," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article