Palembang, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Selatan (Sumsel) menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumsel.
WALHI menilai pemerintah dan aparat penegak hukum perlu mengusut tidak hanya pelaku di tingkat masyarakat, tetapi juga kemungkinan keterlibatan korporasi di balik kebakaran, khususnya di wilayah konsesi.
Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Sumsel, Galang Sukanda, mengatakan sejumlah wilayah konsesi perkebunan, termasuk sawit dan tebu, telah berulang kali teridentifikasi mengalami kebakaran.
“Beberapa tahun ke belakang sudah ada penyegelan yang dilakukan pemerintah seperti di PT TCP pada 2019 berupa penyegelan dan pemberian sanksi administratif. Namun, setelah sanksi ini, kita tidak tahu bagaimana dijalankan, dan tahun ini terjadi lagi kebakaran,” ujar Galang kepada IDN Times, Rabu (26/8/2026).
