Palembang, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Selatan menganalisis data hotspot periode 21–31 Agustus 2026 yang menunjukkan sedikitnya 11.978 hotspot (titik panas) tersebar di 14 kabupaten/kota. Dengan konsentrasi hotspot tertinggi berada di Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 5.391 hotspot, disusul Musi Banyuasin (Muba) 1.414 titik, Muara Enim 1.412 titik, dan Banyuasin 1.325 titik.
Keempat wilayah tersebut menyumbang sekitar 79,7 persen dari keseluruhan hotspot. Angka tersebut menunjukkan bahwa karhutla masih berada pada tingkat serius dan tidak dapat terus diperlakukan sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Temuan menjadi semakin serius ketika data hotspot dianalisis berdasarkan wilayah konsesi perusahaan.
Pada periode yang sama, Walhi Sumsel menemukan sedikitnya 5.539 hotspot berada pada wilayah konsesi perusahaan, terdiri dari 4.383 hotspot pada wilayah Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) dan 1.156 hotspot pada wilayah perkebunan. Dengan demikian, hampir separuh atau sekitar 46,2 persen hotspot dalam data tersebut berada pada wilayah konsesi perusahaan.
