Puskemas di Perbatasan Muba Buka 24 Jam Layani Warga Terkena ISPA

- Gubernur Sumsel menginstruksikan puskesmas di wilayah terdampak karhutla membuka layanan 24 jam bagi warga dengan ISPA akibat kabut asap, termasuk di Musi Banyuasin.
- Dua puskesmas di Bayung Lencir siaga 24 jam melalui UGD, sementara warga juga dapat menghubungi PSC 119 untuk bantuan kesehatan dan penanganan medis.
- Dinkes Muba mencatat 3.743 kasus ISPA hingga 24 Agustus 2026; jumlah mingguan meningkat dari 1.065 kasus pada pekan pertama menjadi 1.243 pada pekan ketiga.
Musi Banyuasin, IDN Times -Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru menginstruksikan puskesmas di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk membuka pelayanan selama 24 jam. Pemberlakuan ini khususnya bagi masyarakat yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap, salah satunya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Saat ini puskesmas di wilayah perbatasan Kabupaten Muba mulai memberlakukan pelayanan selama 24 jam menyusul kondisi kabut asap yang kian pekat. Kebijakan tersebut diterapkan di Kecamatan Bayung Lencir dan Lais, sebagai bentuk kesiapsiagaan layanan kesehatan terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
2. Ada 2 puskesmas siaga 24 jam untuk pelayanan UGD

Ilustrasi ISPA. Dok. IDN Times Camat Bayung Lencir, Zukar, mengatakan saat ini terdapat dua puskesmas di wilayah Kecamatan Bayung Lencir yang bersiaga selama 24 jam melalui pelayanan unit gawat darurat (UGD).
"Sudah ada dua puskesmas yang siaga 24 jam untuk pelayanan UGD. Jadi masyarakat yang mengalami ISPA bisa mendatangi puskemas terdekat," ujarnya, Senin (1/9/2026).
Zulkar menambahkan, selain pelayanan di puskesmas, masyarakat didukung layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang dapat dihubungi apabila membutuhkan bantuan kesehatan atau penanganan medis.
"Ada juga PSC 119 yang siap jika masyarakat membutuhkan. Jadi masyarakat bisa menghubungi PSC, Insya Allah tim akan siap membantu masyarakat," ungkapnya.
2. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan diimbau segera datang ke faskes

Potret anak-anak di Sekayu, Kabupaten Muba yang terpaksa mengurangi aktivitas di luar ruangan karena kabut asap. (IDN Times/Yuliani) Camat Lais, Heru Kharisma juga memastikan pelayanan kesehatan di wilayahnya siap memberikan penanganan apabila masyarakat membutuhkan, khususnya terkait keluhan kesehatan akibat kabut asap.
"Kalau dibutuhkan kita standby. Puskesmas siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, tenggorokan terasa sakit atau iritasi akibat paparan asap diimbau segera memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," ucapnya.
3. Sebanyak 3.743 kasus ISPA terjadi sejak awal hingga 24 Agustus 2026

Warga di Sekayu, Kabupaten Muba mulai mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan karena kabut asap. (Dok. Pemkab Muba) Sementara itu, Katim P2PM Dinkes Muba, Maya Ratna Ekowati, melaporkan sebanyak 3.743 kasus ISPA terjadi sejak awal hingga 24 Agustus 2026. Angka tersebut mencapai 93,5 persen dari total kasus ISPA sepanjang Juli yang tercatat sebanyak 4.005 kasus.
Dari data 3.743 kasus tersebut baru mencakup 24 hari pada Agustus. Jika dibanding bulan Juli, laju kasus ISPA pada Agustus menunjukkan peningkatan.
Pada pekan pertama Agustus tercatat 1.065 kasus ISPA. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.150 kasus pada pekan kedua dan kembali naik menjadi 1.243 kasus pada pekan ketiga.















